Minggu, 18 Agustus 2019 |
FokusJambi - Sosial & Budaya

GUBERNUR ZOLA PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN 2016

Kamis, 10 November 2016 | 12:33:05 WIB wib Dibaca: 428 Pengunjung

Zola: Teruskan Estafet Perjuangan, Lakukan yang Terbaik Untuk Negara

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi H.Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA memimpin upacara peringatan hari Pahlawan, Kamis 10 November 2016, bertempat di lapangan kantor Gubernur Jambi. Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, Sekda Provinsi Jambi H.Ridham Priskap,SH,MH,MM,Forkompimda Provinsi Jambi, dan para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan PNS dan TNI/POLRI.

Dalam kesempatan ini Gubernur menyatakan bahwa dengan semangat hari Pahlawan ini merupakan momentum untuk semakin meningkatkan perjuangan bagi Bangsa Indonesia. Seperti yang sudah disampaikan, pada intinya pertama harus dapat melanjutkan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, tidak hanya ketika merebut kemerdekaan saja tetapi juga generasi-generasi selanjutnya harus meneruskannya, ini seperti tongkat estafet, dan semua dari kita punya peranan yang sangat penting dalam pembangunan ini”ungkap Gubernur.

Gubernur meneruskan bahwa hal pertama yang harus kita lakukan adalah menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri, artinya apa yang sedang kita miliki dan kita punyai saat ini adalah bentuk perjuangan untuk bangsa ini, yang pelajar belajar, yang PNS terus berikan pelayanan bagi masyarakat, dan selanjutnya jadi pahlawan untuk orang lain, dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan demikian jadilah pahlawan untuk bangsa ini, setidaknya sesuatu yang lebih banyak bagi masyarakat”ujarnya.

Disampaikan Gubernur bahwa kita semua harus dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan kita dan selalu mempertahankan identitas bangsa Indonesia. “Jangan meniru bangsa lain karena bangsa kita punya identitas sendiri, dan jangan mudah menyerah jangan mau enaknya saja, karena para pahlawan sudah mendidik kita jika ingin mendapatkan sesuatu berusahalah, berjuanglah dan dari agama juga  dikatakan begitu kitalah yang mengubah nasib bangsa kita sendiri bukan orang lain”katanya.

Sementara itu sebelumnya Gubernur membacakan amanat dari Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dalam sambutannya menyatakan bahwa setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa "Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus L945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar. Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan", melainkan "politik harapan". Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan” ungkap Menteri.

Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut terah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dafam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Ketiga ranah pembangunan tersebut bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Perubahan mental-kultural memerlukan dukungan politik dan material berupa politik kebudayaan dan ekonomi budaya. Sebaliknya perubahan politik memerlukan dukungan budaya dan material berupa budaya demokrasi dan ekonomi politik. Begitupun perubahan material memerlukan dukungan budaya dan politik berupa budaya ekonomi dan politik ekonomi”ujarnya. (Uti)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top