Selasa, 22 Oktober 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis

Gas Bumi Untuk Rumah Tangga Jambi

Minggu, 10 Mei 2015 | 18:49:16 WIB wib Dibaca: 1396 Pengunjung
ilustrasi Dok : Google

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Gas bumi mulai mengalir dan dinikmati sejumlah rumah tangga di Kelurahan Handil dan Thehok, Kota Jambi, setelah penggunaannya diresmikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said, akhir April 2015.

Sebagai tahap awal, terdapat sekitar 293 kepala keluarga di sektor 1 di Kota Jambi yang telah menikmati gas alam sebagai proyek "city gas" tahun 2015 itu.

Bahkan, untuk memastikan proyek itu mengalirkan gas bumi untuk menggantikan gas elpiji kepada masyarakat berjalan dengan baik, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said langsung mencoba sendiri dengan menggoreng telur di salah satu rumah warga.

Proyek "city gas" di Kota Jambi itu pada tahun 2015 ditergetkan dapat dialirkan ke 4.000 rumah tangga di 14 sektor di kawasan Handil dan Thehok.

Sudirman Said mengatakan bahwa gas alam merupakan energi yang bakal digunakan seluruh masyarakat Indonesia, sebab gas alam sebagai pengganti minyak tanah dan elpiji yang harganya semakin mahal.

"Tidak ada masyarakat yang tidak membutuhkan energi, dan saya yakin dengan gas alam ini industri kecil akan tumbuh dan semakin kencang. Karena harga gas alam ini murah," kata Sudirman.

Di Jambi sendiri, program penyaluran gas untuk rumah tangga masih kecil, namun di bulan Agustus 2015 secara bertahap city gas harus sudah tersalurkan ke 4.000 rumah yang menjadi target Kementerian ESDM.

"Ini proyek yang didanai dari APBN untuk mengalihkan pemakaian gas elpiji dan minyak tanah. Gas alam ini lebih murah dari energi lain itu. Mudah-mudahan secara bertahap 4.000 rumah di Jambi ini bisa teraliri gas alam itu," kata Sudirman.

Menteri juga menjelaskan, target secara nasional pemakaian gas alam, yakni 7,9 juta rumah tangga. Sampai tahun 2014 memang baru 90.000 rumah yang sudah menikmati gas alam ini.

Sudirman Said mengimbau warga untuk tidak takut memakai gas alam ini, sebab tingkat kecelakaan seperti elpiji itu semakin kecil. Selain itu harga gas alam lebih murah daripada energi minyak tanah dan elpiji.

Menteri pun meminta pemerintah setempat untuk mengajak masyarakat mengunakan gas alam ini.

"Ajak masyarakat untuk ikut mengunakan gas alam ini, percepat aliran ke rumah-rumah warga," ujar Sudirman.

Menurut dia, dengan pemakaian gas alam, penghematan yang dihasilkan masyarakat dari elpiji tiga kilogram bisa sebesar Rp40 ribu setiap bulan. Sebab harga gas alam memang lebih murah.

Menteri menambahkan, program city gas di Jambi didanai APBN, tapi dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan PT Pertamina.

Sementara itu, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, meyakini bahwa program city gas akan menunjukkan angka pemakaian yang signifikan. Namun itu secara bertahap setelah pemasangan pertama dikatakan aman dan nyaman.

"Ini nanti setelah dipasang dan dinikmati masyarakat, saya sangat yakin permintaan pemasangan sambungan baru akan semakin banyak," kata Hasan Basri.

Menurut gubernur, program ini juga bisa dibantu dengan swadaya masyarakat jika mau dipercepat, dimana masyarakat menyediakan pipa dan Pertamina langsung menyalurkan gas tersebut.

Pastikan Aman Saluran city gas program Kementerian ESDM dipastikan aman karena bertekanan rendah dan tidak membahayakan masyarakat, kata Direktur PT Jambi Indoguna Internasional (JII) Ilham K Latief.

"Program ini memberikan alternatif sumber energi yang lebih efisien dan praktis bagi masyarakat. Pemerintah tidak mungkin membuat program yang dapat membahayakan masyarakat, selama mematuhi prosedur penggunaannya dan tidak melalaikannya," katanya.

Dia menjelaskan, PT Jambi Indoguna Internasional merupakan perusahaan yang ditunjuk sebagai operator city gas Kota Jambi bekerja sama dengan PT Pertamina Pertagas Niaga.

General Manager PT JII, Saptadyraharja juga menjelaskan, gas bumi yang mengalir ke rumah-rumah melalui pipa pada proyek ini memiliki tekanan sangat rendah, yaitu sebesar 0,03 Bar.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, sejauh mengikuti standar keamanan maupun validasi pelanggan ke rumah-rumah yang merupakan bagian aktivitas 'pre commissioning' secara paralel dengan 'commissioning'," katanya.

Gas untuk program di Kota Jambi ini bersumber dari Pertamina Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian disalurkan melalui pipa milik PT TGI sampai Tempino, diteruskan melalui pipa milik PT EHK sampai di KP 22, dari KP 22 tersebut dilakukan proses menyambungan (tiping) menuju ke MRS (Mettering Regulator Station).

City gas selanjutnya dibagi ke RS (regulator station) yang berjumlah 14 unit, terdiri dari sembilan unit di Kelurahan Thehok dan lima unit di Kelurahan Handil Jaya. Kapasitas masing-masing regulator station mampu mengaliri gas untuk 200 sampai dengan 300 sambungan rumah tangga.

Gas dialirkan setelah tahapan 'pre-commissioning' dilaksanakan dan dipastikan aman sampai ke rumah-rumah.

Saptadyraharja juga menjelaskan, salah satu tahapan 'pre commissioning' yaitu membuang sisa-sisa kotoran dari konstruksi pengerjaan instalasi pipa yang tersisa di dalam pipa.

Dengan cara 'flushing' yaitu memberikan tekanan udara kedalam pipa dengan compresor, sehingga dapat mengeluarkan lumpur atau air yang ada di dalam pipa hingga bersih.

"Tahapan selanjutnya adalah menginjeksi N2 atau nitrogen ke dalam pipa yang telah dicampur odoran (pembau) yang bertujuan mengusir oksigen sekaligus untuk mendeteksi adanya kebocoran pada jaringan pipa. Jadi yang aroma bau itu bukan gas, tapi nitrogen yang dicampur odoran," kata Saptadyraharja.

Uji kebocoran itu lanjutnya, yakni dengan mempertahankan tekanan N2 selama satu malam, jika tekanan menurun dapat dideteksi dari meteran di MRS, maka dapat disimpulkan terjadi kebocoran.

"Jika bocor tim teknis akan mengecek ke jalur yang dicurigai untuk diperbaiki dan tahap selanjutnya bilamana dipastikan jaringan tersebut betul-betul aman baru dialirkan gas lagi," katanya.

Kompor yang dipakai sama seperti biasa. Hanya ada sedikit modifikasi. Yang gratis dari pemerintah pusat untuk program City Gas ini hanya sebatas instalasi pipa sampai meteran di rumah-rumah, sedangkan kompor disediakan masyarakat sendiri.

Mengenai standar keamanan juga hampir sama seperti prosedur jaringan listrik yang masuk kerumah warga, bila terjadi kebakaran maka tiap induk atau gardu akan otomatis dimatikan oleh petugas. PT.JII selaku operator juga menyediakan sambungan telepon dengan nomor 0812-7450-6000 untuk gangguan maupun tanggap darurat.

Saptadyraharja menambahkan, harga gas alam yang akan digunakan oleh masyarakat Kota Jambi pada City Gas ini telah ditetapkan dalam Surat Keputusan BPH Migas tertanggal 18 Maret 2015.

Harga jaringan gas untuk rumah tangga Kota Jambi terbagi empat golongan. Rumah Tangga (RT) 1 harga Rp 4.500 per M3 (khusus untuk masyarakat menengah ke bawah). RT 2 Harga tujuh ribu (menengah ke atas. Listriknya di atas 1.300 Watt).

Sedangkan Pedagang Kecil (PK) 1 harga Rp4.500 (pedagang kecil, rumah ibadah, sekolah negeri, pemerintahan, RSUD). dan PK 2 harga Rp7.000 (sifatnya swasta seperti hotel, rumah makan besar, rumah sakit swasta besar dan lain-lain).

"Klasifikasi pelanggan ditentukan berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh Wali kota Jambi. Makanya dari empat ribu sambungan rumah yang ada, baru beberapa rumah yang sudah siap dialirkan, karena proses ini dilaksanakan secara bertahap dan pararel," katanya.

Sementara itu, Koordinator Administrasi City Gas Kota Jambi Oni Pahlepi juga menjelaskan untuk tagihan bulanan pelanggan City Gas Kota Jambi dapat dibayarkan melalui Bank Jambi.

Direksi PT JII juga telah membicarakan hal ini ke pihak Bank Jambi dan saat ini dalam proses membangun kerja sama untuk pembayaran tagihan pelanggan.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Gamal Husin memastikan sebanyakl 4.000 rumah sasaran di dua kelurahan dalam kota Jambi tersebut siap dialiri program city gas.

Terkait dengan kompensasi dan asuransi jika terjadi kemungkinan negatif, Gamal mengatakan bahwa hal itu bukan lagi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah, katanya, hanya berwenang untuk mengontrol dan menjamin instalasi dalam keadaan baik dan aman.

"Setahu saya tidak ada kompensasi dan asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah hanya menjamin, program city gas ini berjalan optimal," ujarnya.(ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top