Jumat, 23 Agustus 2019 |
FokusJambi - Internasional

Forum Maritim RI-Jepang Diharapkan Dukung “Clean Port”

Kamis, 26 Maret 2015 | 15:57:59 WIB wib Dibaca: 869 Pengunjung
(dok: google)

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Pengamat kemaritiman Thamrin School of Climate Change and Sustainability Alan F. Koropitan berharap forum maritim yang dibentuk pemerintah Indonesia-Jepang bisa mendukung implementasi "clean port" atau pelabuhan bersih yang ramah lingkungan.

"Forum maritim yang dibentuk dengan Jepang itu bisa mendorong terciptanya 'clean port'. Kita bisa belajar banyak dari Jepang yang sistem pelabuhannya sudah sangat baik," kata Alan dalam diskusi bertema "Maritim dan Perubahan Iklim: Potensi dan Ancaman Kedaulatan" di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, konsep "clean port" di Indonesia masih mengawang-awang di tengah mimpi pemerintah untuk membangun tol laut.

Pasalnya, manajemen pelabuhan Indonesia masing tumpang tindih.

"Kalau mau biar wewenangnya jelas ya kasih saja ke satu pihak, Pelindo misalnya, jadi bisa terpenuhi aspek-aspek yang dibutuhkan untuk jadi pelabuhan yang bagus," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin mengatakan implementasi "clean port" bertujuan untuk membuat transportasi laut lebih efisien sekaligus berbahan bakar bersih.

"Dengan mengimplementasikan 'clean port', bisa meminimalkan hingga 20 persen penggunaan bahan bakar. Di lain pihak, juga bisa mengurangi biaya kesehatan karena buruknya udara pelabuhan yang kotor," katanya.

Menurut dia, belum ada pelabuhan di Indonesia yang menggunakan skema "clean port", termasuk Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

"Tanjung Priok itu kapal yang kotor saja masih diterima, padahal di Tiongkok, Hong Kong atau Singapura sudah nolak kapal berbahan bakar kotor. Bahkan kapal Indonesia kadar belerangnya sudah mencapai 10.000 ppm yang punya andil besar sumbang karbon hitam dan karbondioksida," katanya. Budi Suyanto. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top