Senin, 19 Agustus 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal - Advetorial

FIKRI RIO YOHANDA PUTRA ASLI SAD LULUS MENJADI BINTARA POLISI

Selasa, 06 Maret 2018 | 15:42:58 WIB wib Dibaca: 430 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Siapa sangka suku yang dianggap terasing oleh warga provinsi jambi ini, tidak bisa berprestasi dan bisa menjadi anggota Polri? Ada kok, ini salah seorang Buktinya ia adalah Fikri Rio Yohanda remaja yang berasal  dari suku rimba atau suku anak dalam (SAD) ini saat ini lulus dan sekarang telah resmi menjadi seorang bintara polisi.

Remaja berusia 20 tahun, dengan tinggi badan 165 sentimeter itu merupakan anak dari pasangan Sukri (45) dan Erawati (39) yang saat ini menetap di wilayah Desa Tanjung Lebar, Unit 10, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Fikri lahir di hutan pedalaman Jambi pada 8 September 1997 silam lalu mulai hari Selasa ini sudah resmi menjadi anggota Polri, setelah 7 bulan lamanya fikri mengikuti pelatihan, pendidikan serta  pembentukan (diktuk) Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi.

Dan tadi pagi, Fikri pun telah mengikuti Upacara Penutupan dan pelantikan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri tahun anggaran 2017/2018 yang di Pimpin langsung oleh Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS, Selasa (06/03/2018)

Diakui fikri, ia bersama dengan orang tua dan sanak keluarganya telah meninggalkan kebiasaan melango (berpindah tempat tinggal) dari suatu tempat ke tempat lainnya. Kelompoknya ini, telah pindah ke permukiman transmigrasi di wilayah Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, yang terletak berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan ketika menempuh pendidikan, Fikri tidak tinggal bersama orang tuanya. Ia sejak SD tinggal bersama neneknya di wilayah Kabupaten Batanghari, karena tempat orang tuanya tinggal saat ini cukup jauh ke lokasi pendidikan.

"Sayo baru tinggal bersama orang tua waktu sekolah SMA di wilayah Sungai Bahar," kata Fikri.

Perjuangan meraih cita-cita ingin menjadi seorang bintara polisi amat cukup keras. Pasalnya, ini merupakan yang kedua kalinya.

 "Sebelumnya ia pernah ikut dan sempat gagal pada tahun 2016 dan pada 2017 kemarin dinyatakan lulus tes dan saya menjadi anak Suku Rimba pertama di Jambi yang masuk polisi," ungkap Fikri dengan penuh rasa  bangga.

Dengan turut didampingi kedua orangtuanya, Fikri jugah mengatakan bahwa ia hanya ingin mengabdi kepada negara.

 "Saya juga ingin mengajak rekan sebayanya keluar dari hutan untuk mengabdi kepada NKRI ini," ungkapnya.

Sebelumnya saat mengikuti tes pendaftaran fikri pernah berujar akan membuktikan bahwa masuk polisi itu tidak bayar.

“Kato orang masuk polisi bayar, tapi saya dak pecayo, makonyo sayo cubo daftar. Selama tes, sayo dak dipungut uang. Jadi warga SAD juga bisa bersaing dengan warga warga lainnya," katanya lagi.

Sementara itu, Waka polda Jambi Kombes Pol Ahmad Haydar juga turut mengatakan mereka yang terpilih adalah yang mampu ikut pendidikan dan bisa menjadi anggota Polri. Sebelum pengumuman kelulusan ratusan calon Bintara Polri ini, panitia dan peserta menjalani Supervisi dari Mabes Polri.

“Supervisi ini dilakukan untuk mengecek apakah seluruh tahapan penerimaan ini berjalan atau tidak,” jelas Wakapolda.

Dikatakannya juga secara umum seluruh tahapan berjalan baik dan sudah sesuai dengan seluruh mekanisme yang ditetapkan langsung oleh Mabes Polri.

Serta para peserta yang terpilih ini juga sudah sesuai dan melalui tahapan seleksi.

"Bagi yang terpilih, siapkan diri untuk ikut pendidikan agar bisa menjadi anggota Polri sesuai harapan yakni mampu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat,"bebernya.

Wakapolda menghimbau, Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Jika ingin ikut tes lagi maka persiapkan diri dengan matang dan sebaik-baiknya.

" Cek apa yang menjadi kekurangan untuk tes berikutnya,"tuntasnya.(Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top