Jumat, 22 Maret 2019 |
Hukum & Kriminal - Daerah

Empat Ton BBM Ilegal di Gelandang Polres Merangin

Senin, 30 Maret 2015 | 19:08:35 WIB wib Dibaca: 1055 Pengunjung
ilustrasi Dok : FokusJambi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Sejak maraknya Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI), akhir-akhir ini,  menambah aksi para penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal kian tak terbendung lagi di Kabupaten Merangin. Seperti yang   dibuktinya Sat Reskrim Polres Merangin.

Mereka berhasil mengamankan 112 Galon BBM Ilegal setara empat ton BMM ilegal berjenis solar yang siap di suplai ke lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut bermula pada Jumat dan Sabtu lalu, di saat Sat Reskrim Merangin, berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang di duga otak penyuplai BBM ilegal.

Aparat berhasil membekuk ketiga pelaku di tiga tempat berbeda, tiga lokasi penangkapan pelaku ialah Desa Koto Baru Kecamatan Tabir Lintas, Desa Biuku Tanjung Kecamatan Bangko Barat dan Desa Markeh Kecamatan Renah Pembarap.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kertayuga melalui Kasat Reskrim AKP Ike Yulianto Wicaksono yang dibincangi mengamini kejadian tersebut. Dan disebutkanya, saat ini seluruh Barang bukti berupa 105 Galon BBM jenis Solar dan tujuh Galon BBM jenis Premium telah diamankan di Mapolres Merangin.

“ Aparat  berhasil menggagalkan penyelundupan BBM illegal di tiga tempat berbeda, dan saat ini tiga pelaku tersebut dan Barang Bukti (BB) sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” ungkap Kasat.

Diperjelaskan Kasat, awal penangkapan untuk pertama kali dilakukan di Desa Markeh Kecamatan Renah Pembarap sekitar pukul 16.00 WIB Jumat (27/3). Saat itu pihaknya sedang melakukan patroli,  kemudian melihat ada satu unit mobil jenis Suzuki APV dengan nopol B 7418 SI yang sedang melintas ke Sungai Manau.

Oleh pihaknya, mobil tersebut di cegat ternyata setelah dilakukan penggeledahan didalam mobil di temukan tujuh galon Premium, dan lima galon solar. Saat itu supir yang membawa mobil tersebut, bernama MF (39) warga Desa Guguk yang tak mampu menunjukkan dokumen pengangkutan BBM, sehingga mobil tersebut  langsung diamankan.

“Supirnya yakni MF warga Desa Guguk tak mampu menunjukkan dokumen pengangkutan BBM, dan diakuinya kalau BBM tersebut akan dipasok ke aktifitas PETI di Desa Durian Betakuk,” jelasnya.

Saat membawa MF dan barang buktinya ke Mapolres Merangin, aparat pun kembali menemukan satu unit mobil jenis Mitsubishi Pick UP dengan Nopol BG 9856 LR yang bergerak mencurigakan sekitar pukul 17.00 WIB. Saat dicegat ternyata mobil tersebut menyimpan 80 galon solar illegal, yang rencananya akan dibawa ke aktifitas PETI di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau.

“ Supir mobil tersebut yakni BP (22) warga Desa Pulau Rengas, juga tidak mampu menunjukkan dokumen resmi, sehingga langsung saja kami amankan ke Mapolres Merangin, jadi sekali bergerak kami mendapatkan dua tangkapan,” katanya.

Kemudian penangkapan terakhir dilakukan di Jalan Desa Koto Baru Kelurahan Mampun Kecamatan Tabir sekitar pukul 18.00 WIB Sabtu kemarin (28/3). Saat itu aparat tengah melakukan patroli rutin, tak beberapa lama kemudian ada mobil jenis Isuzu Panther dengan Nopol BH 1447 KL melintas masuk ke arah Kecamatan Tabir Ulu.

Mobil tersebut pun dicegat, dan langsung digeledah. Ternyata didalam mobil, aparat menemukan 30 galon BBM jenis Solar. Setelah itu supir mobil yakni SL (51) warga Kelurahan Mampun langsung diamankan ke Mapolres Merangin.

“Supir mobilnya yakni SL, mengakui kalau BBM itu akan dibawa ke aktifitas PETI di Kecamatan Tabir Barat, makanya langsung kita amankan,” sebutnya.

“Kemudian untuk seluruh supir mobil, sedang dalam pemeriksaan penyidik, dan akan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Dikatakannya, dari penangkapan ini, pihaknya akan terus berupaya melakukan penangkapan terhadap oknum yang membawa BBM illegal ke kawasan PETI.  Bahkan dengan penangkapan ini, bisa dibuktikan kalau, masyarakat masih belum mau sadar tentang bahayanya aktifitas PETI.

“ Kedepan kita terus memantau pengawasan dan melakukan penangkapan atas warga atau oknum yang membawa BBM ke ilegal untuk aktivitas PETI. Bagi masyarakat sekali lagi kita himbau untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut, karena sudah banyak yang jadi korban yang dirasakan,” tuntasnya.(Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top