Kamis, 22 Agustus 2019 |
FokusJambi - Kesehatan & Gaya Hidup

Diklaim Praktis, Tusuk Gigi Pendeteksi Boraks Laris Manis di Lapak Online

Selasa, 12 Mei 2015 | 15:45:33 WIB wib Dibaca: 1807 Pengunjung

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Kandungan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin sering ditemukan dalam makanan sehari-hari. Masyarakat yang merasa cemas lalu mencari cara untuk melindungi dirinya, antara lain dengan tusuk gigi pendeteksi boraks.

Di sejumlah toko online, alat pendeteksi kandungan boraks berbentuk tusuk gigi banyak ditawarkan. Bentuknya tidak ubahnya seperti tusuk gigi biasa, hanya saja warnanya agak kekuningan. Meski tidak tercantum dalam kemasan, konon alat tersebut mengandung kunyit.

Cara penggunaannya diklaim sangat mudah, tinggal tusuk ke makanan yang dicurigai mengandung boraks. Biarkan selama 5 detik, lalu cabut dan amati perubahan warna yang terjadi. Jika makanan tersebut mengandung boraks, tusuk gigi akan berubah warna menjadi kemerahan.

Salah seorang pedagang di sebuah toko online, Dewi mengatakan bahwa alat ini banyak diminati. Banyaknya produk makanan yang mengandung boraks di lingkungan sehari-hari membuat masyarakat merasa perlu untuk melindungi diri dengan alat yang bisa mendeteksi bahan berbahaya tersebut.

"Alhamdulillah memang banyak yang beli, soalnya boraks ada di mana-mana. Lagipula kalau bentuknya tusuk gigi kan praktis buat dibawa-bawa," kata Dewi saat dihubungi detikHealth, Selasa (11/5/2015).

Selain praktis, tusuk gigi pendeteksi boraks juga relatif murah. Di internet, produk ini ditawarkan dengan harga bervariasi antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per kemasan isi 70 batang. Pembelian secara grosir mendapat harga yang lebih murah.

Harga tersebut tentu jauh di bawah harga satu paket rapid test kit yang biasa dipakai di laboratorium, yang mencapai ratusan ribu rupiah. Namun soal akurasi, sulit untuk dipastikan karena dalam beberapa kali percobaan detikHealth kesulitan mengamati perubahan warnanya.

"Memang cuma bercak-bercak gitu, kalau yang oranye sekali itu contoh saja. Sengaja saya rendam bakso ke boraks biar kelihatan perubahan warnanya. Kalau sehari-hari memang tidak sampai se-oranye itu," kata Dewi saat dikonfirmasi. (dtk)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top