Rabu, 22 Mei 2019 |
FokusJambi - Daerah

Diduga Pengelola UT Sarolangun Tilep Duit Semester

Senin, 02 Mei 2016 | 09:39:41 WIB wib Dibaca: 2632 Pengunjung
logo universitas terbuka



2011-2016 Belum Wisuda
 
FOKUSJAMBI.COM, SAROLANGUN
- Pengelola Universitas terbuka (UT) yang juga kasi di dinas pendidikan sarolangun di duga tidak menyetorkan uang semester I pada tahun 2011 lalu, dan imbasnya hingga saat ini ada 42 mahsiswa UT belum di wisuda.
 
Bahkan rekamanan percakapan antara pengelola UT dengan mahasiswa UT, sudah banyak beredar di masyarakat dan juga sejumlah bukti kuitansi hasil peyerahan uang smester juga di dapati dari sejumlah mahasiswa.
 
“kami ko lah semenjak tahun 2011 masuk UT, namun belum juga di wisuda bahkan menurut orang UT menjelaskan yang tidak masuk akal, “jelas R salah satu mahasiswa UT sarolangun kepada fokusjambi.com.
 
Di katakan juga bahwa pada saat menyerahkan uang semester I, juga di kordinir oleh pengurus UT sendiri, namun dirinya mendapatkan informasi jika diirnya belum  bisa diwisuda akibat masih menunggak uang semester awal.
 
“kami juga bingung, sebab kabar yang kami dapatkan dari kampus UT bahwa kami  belum  membayar uang semester awal, padahal kami sudah membayar dan itu juga di serahkan pada pak Bahtiar yang juga pengelola UT sarolangun, dan jika di jumlahkan tentu saja banyak kami seluruhnya 42 orang, “bebernya.
  
Dirinya juga berharapa agar pengelola UT sarolangun bisa bertangung jawab, sebab pendidikan bukan untuk main main, apalagi rata rata mahasiswa yang ikut UT bukanlah orang yang bisa di bohongi.
 
“kami hanya minta pertangungjawaban mereka saja, jangan sampai kami di rugikan sebab kami juga tau aturan, dan jangan sampai ada jatuh korban lainya sebab dunia pendidikan mestinya harus di jawab martabatnya, “tegasnya.
 
Sementara itu Bahtiar pengurus UT sarolangun yang di jumpai di kantornya mengelak bahkan dirinya menantang untuk menunjukan siapa yang belum di wisuda.
 
“siapo orangnyo, saya ingin tau dan ini mau di luruskan atau mau di selesaikan, “jelas Bahtiar dengan nada keras.
 
Menurutnya selama tahun 2011 lalu, mahasiswa hanya di pungut biaya 250 ribu rupiah untuk ADM, dan selama tahun 2011 hanya ada 14 orang yang menyelesaikan kuliah di UT.
 
“saya tidak ada pungutan apapun dan hanya uang ADM saja, yang kita ambil jika mereka tidak jelas silahkan tanyakan pada kampus UT, “katanya lagi.
 
Terpisah, salah seorang pengelola Universitas terbuka Sugita yang di konfirmasi melalui nomor ponselnya, mengatakan  jika mahasiswa UT mau d wisuda harus membayar untuk wisuda di Jakarta, namun jika tidak mereka hanya menerima ijazah yudisium .
 
“maaf saya lagi sibuk, kalau mahasiswa UT mau wisuda ya bayar untuk uang wisuda di Jakarta, tapi kalau tidak yang terima ijazah yudisium saja, maaf saya lagi mau ketemu dengan orang BPK, “tutupnya singkat.(Ajk) 

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top