Kamis, 24 Oktober 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

Dianggap Penarikan Paksa, Kolektor Adira Terancam di-Laporkan

Minggu, 21 Februari 2016 | 14:34:27 WIB wib Dibaca: 2734 Pengunjung
Inilah Surat Kuasa Yang di Tandatangani Anak Buah Diego Yang dipaksakan pihak Kolektor

 

-p Penarikan Tanpa Surat Peringatan (SP) ke- Konsumen Leasing

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, MERANGIN - Bermacam modus dan cara untuk mendapat keuntungan pribadi dari profesi dan pekerjaan yang dilakoni. Seperti halnya seorang kolektor Adira cabang Bangko berinisial (NR) warga asal Desa Titian Teras Kecamatan Batang Mesumai.

Berniat mencari keuntungan dalam profesi, dia malah kena batunya, ia dikabarkan dilapor oleh konsumen bernama Diego Richi warga Kelurahan Pasar Atas Kecamatan Bangko, atas dugaan penarikan secara paksa mobilnya Minggu (14/2),  disaat mobil tersebut melintas di kawasan jam gento sekitar puku 13. 30 WIB siang.

Menurut informasi yang dihimpun, dari pemilik mobil Diego Richi mengatakan, sekitar tahun 2014 awal dirinya kredit mobil L 300, bernomor pol BA 8119 BQ leasing di perusahan Adira selama empat tahun kredit.

Selama dua tahun kreditnya itu lancar, masuk  tahun ketiga kredit mobil tersebut nunggak selama tiga bulan. Lantaran takut ditarik, Diego Richi berkoordinasi ke pihak Adira supaya jangan dieksekusi dulu menjelang dia mendapat uang untuk melunasi tunggkakan tersebut.

Sesuai kesepakatan, kemudian pihak Adira membuat batas tempo dua hari menjelang Diego melunasi tunggakan mobilnya itu. Anehnya, baru hanya hitungan menit pihak kolektor mencegat mobilnya itu ditengah jalan  disaat anak buahnya membawa mobil untuk mengisi minyak.

"Gak habis pikir saya, kenapa pihak Kolektor Adira menarik mobil saya seperti pihak Lantas sedang gelar razia, kejar-kejaran. Padahal, saya gak maling, percuma saya ada kesepakatan bahwa mobil itu akan dilunasi," ungkap Diego Richi dikonfirmasi Minggu (21/2).

Dikatakannya, mirisnya lagi, mobil tersebut, di tariknya dengan cara dipaksa  dipepet dari arah belakang seperti terkesan seorang penodong ingin perampok ditengah jalan. Anak buahnya yang membawa mobil itu dipaksa menandatangi surat kuasa penarikan yang seharusnya bukan haknya.

" Saya tau mobil itu sudah nunggak tiga bulan, perbulannya sekitar lebih empat jutaan. Bahkan, sebelum terjadi penarikan,  saya mendatangi kantor lesing supaya hal itu jangan dilakukan menjelang dua hari kedepan," beber Diego.

Diceritakannya, disamping itu, kolektor tersebut juga dinilai langgar aturan Adira sendiri. Karena setiap penarikan mobil yang nunggak ada SP (SP1) dan (SP2) bahkan, sampai (SP3) untuk kali gak ada.

" Itu masalahnya, disamping dia menarik secara paksa, tidak Surat Peringatan(SP) kepada saya. Sementara, setiap kolektor mengeksekusi mobil konsumen, nasabah pendapat SP 1 dan SP 2, bahkan, SP 3, kok saya gak ada sama sekali," kesal Diego saat beber persoalannya.

Dalam hal ini, kata Diego, nampaknya dirinya dijebak oleh kolektor, sebab, dia tanpa memberikan SP kepadanya, ditambah lagi, mereka diduga sengaja membuat skenario itu agar mendapat keuntungan dari penarikan itu.

" Nampaknya, saya dijebak mereka terkesan mengulur waktu, karena mereka tidak memberikan surat penarikan. Jika ada itu otomatis tidak mendapat keuntungan," tukas Diego.

Oleh sebab itu, pihaknya tak menerima sikap arogansi kolektor Adira, sehingga rencana Senen (22/2) dirinya melaporkan oknum Adira yang mengeksekusi mobilnya secara paksa itu, kepihak Polres Kabupaten Merangin.

Sementara, kepala Kolektor Adira Bangko, dibincangi melalui via Hp pribadinya, membenarkan, penarikan yang dilakukan kolektornya terhadap mobil Diego Richi.  Mobil tersebut nunggak selama tiga bulan, penarikanpun berdasarkan surat kuasa yang dilimpahkan ke kolektor.

" Ya, kami sudah mengeksekusi mobil Diego Richi sekitar seminggu yang lalu, karena berdasarkan surat kuasa penarikan dan kontrak kerja sama kami," kata Budi sambil menjawab pertanyaan media ini.

Saat ditanya Budi, bolehkah kolektor menarik secara paksa mobil konsumennya bak seperti penodong. Dia menjawab sesuai aturan Adira yang dituangkan dalam surat kuasa bagaimanapun, dan dimanapun, pihak nya boleh mengeksekusi bila dalam tiga bulan mobil konsumen itu nunggak.

" Penarikan yang kami lakukan didasari surat kuasa yang ada di kolektor sendiri, dimanapun, dengan kondisi apapun, pihaknya berhak menarik mobil tersebut," tuntasnya.(Han)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top