Kamis, 24 Oktober 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

DESA SIMPANG PARIT KAMPUNG PETI

Minggu, 30 Oktober 2016 | 09:51:06 WIB wib Dibaca: 1794 Pengunjung
Tambang di aliran sungai Merangin Simpang Parit

-p Ratusan Tambang Jarum Yang Bertengger di-Bantaran Sungai Merangin

FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap sepertinya menjadi gudang aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) berjenis lobang jarum.

Bermula sekitar 1000 meter diujung Desa tersebut, menjamur  tambang jenis lobang jarum ilegal yang beratap tarpal hijau dengan jarak sekitar 100 meter dari satu ke tambang lainnya.

Hasil pantauan media ini Sabtu (29/10) kemaren dilokasi terdapat ratusan bahkan ribuan, tambang jarum dibantaran pinggir aliran sungai Merangin, ada yang sedang bekerja ada pula yang baru membuka baru.

Hal ini dilakukan warga desa ini, lantaran tidak ada pekerjaan yang mencukupi kebutuhan ekonomi, terlebih saat ini harga karet anjlok. Sementara, mayoritas masyarakat didesa itu hampir 90 parsen hidup sebagai petani karet.

" Sejak harga karet anjlok, penduduk Desa ini  pada umumnya sebagai penambang emas lobang jarum. Coba dilihat diujung dusun ratusan pondok ditepi sungai, itu semua adalah tambang," kata Ranto di lokasi tambang.

Ia menuturkan, dalam hal ini tidak hanya warga Simpang Parit yang membuka tambang jarum. Namun, pendatang seperti orang jawa, dan Sunda, serta warga desa lainya dari luar Simpang Parit.

" Tembang yang terlihat dipinggir aliran Merangin itu, Macam-macam orang yang punya. Tidak warga Simpang Parit bae, tetapi banyak jugo orang Jawa, Sunda," bebernya.

Dia melanjutkan, untuk saat ini tambang jarum ini merupakan satu satunya sumber ekonomi warga Simpang Parit. Soalnya, warga merasa perkerjaan ini yang tepat dan memberikan hasil yang cukup bagi yang beruntung.

" Semua warga Desa ini bergantung pada tambang itu. Dan lagi kami sudah biasa dan ini menurut kami pekerjaan yang tepat dengan keadaan ekonomi saat ini," pungkasnya. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top