Senin, 22 Juli 2019 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis - Advetorial

Defisit Neraca Perdagangan Menurun

Selasa, 26 Juni 2018 | 19:54:10 WIB wib Dibaca: 150 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2018 mencatat defisit sebesar 1,52 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,63 miliar dolar AS. Perbaikan tersebut didorong oleh penurunan defisit neraca perdagangan nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan meningkatan defisit neraca perdagangan migas. 

Dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari-Mei 2018, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar 2,83 miliar dolar AS.

Aya Sophia, Analis Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI JAMBI mengatakan, Neraca perdagangan nonmigas pada Mei 2018 mencatat penurunan defisit menjadi 0,28 miliar dolar AS, dari bulan sebelumnya yang tercatat defisit 0,52 miliar dolar AS. Perbaikan defisit neraca perdagangan nonmigas tersebut terutama terjadi karena naiknya ekspor nonmigas. 

"Ekspor nonmigas pada Mei 2018 meningkatsebesar 1,23 miliar dolar AS (mtm), terutama didorong kenaikan ekspor mesin dan peralatan listrik, bijih, kerak, dan abu logam, besi dan baja, barang-barang rajutan, dan timah,"terang Aya.

Sementara itu, impor nonmigas naik 0,99 miliar dolar AS(mtm) terutama karena meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, serealia, gula dan kembang gula, serta kapal laut dan bangunan terapung. Peningkatan impor nonmigas tersebut dipengaruhi oleh kegiatan produksi dan investasi yang tetap kuat. 

Secara kumulatif Januari-Mei 2018, neraca perdagangan nonmigas masih mencatat surplus yakni 2,20 miliar dolar AS.

Defisit neraca perdagangan migas meningkat seiring meningkatnya impor yang melebihi kenaikan ekspor. 

Defisit neraca perdagangan migas pada Mei 2018 tercatat 1,24 miliar dolar AS, naik dari 1,11 miliar dolar AS pada April 2018. Perkembangan tersebut dipengaruhi olehkenaikan impor sebesar 0,49 miliar dolar AS (mtm) pada Mei 2018, didorong oleh impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas, yang lebih tinggi dari peningkatan ekspor migas  sebesar 0,35 miliar dolar AS (mtm). 

Secara kumulatif Januari-Mei 2018, neraca perdagangan migas mengalami defisit 5,03 miliar dolar AS, lebih tinggi dari defisit pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,68 miliar dolar AS.

Bank Indonesia memandang defisit neraca perdagangan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kegiatan produksi dan investasi sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian domestik, serta pengaruh kenaikan harga barang impor. Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan membaik seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan.I

nformasi selengkapnya mengenai hal ini dapat dilihat pada Siaran Pers 20/50/DKom tanggal 25 Juni 2018 di website Bank Indonesia pada link berikut.(**)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top