Selasa, 24 September 2019 |
Hukum & Kriminal - Daerah

Bunga Dicekoki Perangsang dan Diperkosa Pacar

Sabtu, 19 Desember 2015 | 11:38:36 WIB wib Dibaca: 3586 Pengunjung

Laporan Wartawan Fokus Jambi

FOKUSJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Sebut saja Bunga, gadis belia berumur 14 tahun yang tinggal di Desa Pembengis Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi diperkosa oleh DH (16) yang merupakan teman dekat korban sendiri.

Ironisnya, bunga dicekoki minuman dan obat perangsang hingga tak sadarkan diri sebelum akhirnya digarap pelaku di rumah kakak pelaku di Jalan Parit Cegat, Desa Kemuning, Kecamatan Bram itam.

Awalnya korban tidak menaruh curiga terhadap gerak gerik pelaku karena pelaku merupakan teman dekat korban sendiri.

Korban yang kini merasa terpukul juga masih tidak percaya pelaku bakal membuatnya tidak sadarkan diri untuk menjalankan niat jahatnya.

“Kejadiannya di Parit Cegat, di rumah kakak D. Awalnya dia maksa narik ke kamar. Lepas tu kami ikut lah karena dia maksa. Sudah tu dia buka celana. Kami berontak lah, tapi dak kuat, sudah tu kami dak ingat apa-apa,” tutur Bunga saat ditemui media di kediaman salah satu keluarganya.

Saat kejadian pemerkosaan, Bunga mengaku tidak tahu menahu karena dalam kondisi tidak sadar setelah sebelumnya meminum segelas air putih yang diduga sudah dicampuri obat bius dan perangsang oleh pelaku.

“Kami dikasih minum air putih, tapi rasanya agak pahit-pahit. Kami dak tau kalau itu obat perangsang. lepas tu kami dak sadar. baru bangun jam 08.00 WIB pagi,” sambungnya.

Orang tua korban yang mendengarkan keterangan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tanjab Barat. Setelah diperiksa, hasil visum dokter menunjukan bukti bahwa alat kelamin korban mengalami robek dan terjadi pendarahan.

Sementara, penuturan Widayanti, salah satu saksi yang merupakan tetangga tempat biasa korban menginap memang melihat pelaku menjemput korban pada Rabu malam sebelum kejadian. Ia juga sempat melihat pelaku yang juga mengantarkan korban pulang ke rumah saksi pada malam berikutnya.

Widayanti sempat terkejut melihat kondisi korban yang saat itu terlihat lusuh dan seperti kesakitan dan terus menerus memegang perutnya. Bahkan, saksi juga melihat ada bercak darah di baju korban.
Curiga dengan kondisi korban yang tidak biasa, ia langsung memanggil orangtua korban. Setelah ditanyai keluarga, korban tetap mengaku tidak tahu persitiwa yang sudah menimpanya. Namun, korban mengeluh sakit perut dan kesakitan pada alat vitalnya saat buang air kecil.

“Pas diantar pulang, kondisinya (korban-red) sudah lusuh dan mukanya pucat. ada bercak darah di pakaiannya,” ujarnya.

“Saya tanya dari mana, katanya dari tempat DH. terus waktu saya tanya apa kamu (korban-red) diperkosa, katanya tidak tahu, tapi pipisnya (buang air kecil-red) sakit,” tutur saksi Widayanti.

Usai melaporkan kejadian tersebut, korban mengaku tidak berani pulang ke rumahnya lantaran takut dianiaya pelaku maupun keluarganya. Korban kini sementara menginap di kantor Mapolsek untuk meminta pengamanan polisi.

Tak lama setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut, pelaku langsung diamankan pihak kepolisian saat tengah bekerja di kebun kelapa. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa baju, celana dan pakaian dalam yang dikenakan korban saat kejadian.

Sayangnya polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang kasus pemerkosaan tersebut. (Ded)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top