Sabtu, 20 Juli 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

BPP JAMBI LATIH BUDI DAYA PADI LADANG

Jumat, 13 April 2018 | 07:20:37 WIB wib Dibaca: 608 Pengunjung

FOKUSJAMBI. COM, JAMBI - Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi akan berperan aktif dalam peningkatan SDM pertanian baik bagi petani maupun penyuluh dengan menjadi fasilitator pendidikan, latihan maupun bimbingan teknis budi daya padi ladang di daerah ini.

"Budi daya padi ladang atau gogo merupakan potensi besar di Jambi, BPP akan berperan aktif dalam peningkatan SDM pertanian, salah satunya dalam bentuk fasilitator diklat dan bimtek mengenai budi daya padi ladang itu," kata Kepala BPP Jambi Muhammad Syarip, didampingi widyaiswara M Taufiqurahman, di Jambi, Kamis.

BPP Jambi selama ini memiliki peran melakukan pelatihan penyuluh baik untuk CPNS maupun komunitas dan kelompok tani di wilayah kerjanya, yakni Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Provinsi Jambi, dan Sumatera Barat.

BPP Jambi sebagai institusi yang berperan menyiapkan dan meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM pertanian itu, juga didorong untuk melakukan sinergi dengan institusi lainnya.

Dirjen Irigasi Kementerian Pertanian RI Tunggul Iman Panudju menghadiri panen padi ladang atau padi gogo, di Desa Tingting, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Rabu (11/4).

"Potensi padi ladang di daerah ini cukup besar, perlu ditingkatkan produktivitasnya, sehingga lebih menguntungkan. Untuk itu diperlukan sinergi petani, penyuluh dan dinas terkait termasuk UPT Kementerian Pertanian di Jambi dalam hal ini BPP Jambi dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi," kata Tunggul Iman Panudju.

Kegiatan panen padi ladang atau padi gogo itu, selain dihadiri oleh Dirjen Irigasi Kementerian Pertanian, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pertanian dari Provinsi Jambi, Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun serta dari BPP dan BPTP Jambi.

Selain itu, hadir pula para penyuluh dan kelompok tani dari Kabupaten Sarolangun, di antaranya yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan di BPP Provinsi Jambi.

Tanaman padi ladang di Desa Tingting, Kabupaten Sarolangun itu memiliki luas sekitar 160 hektare dengan mengandalkan pengairan dari musim penghujan (tadah hujan).

Padi ladang yang dipanen merupakan Varietas Seni yang merupakan varietas padi ladang lokal di Sarolangun yang telah cukup lama ditanam oleh petani di sana. Usia padi varietas itu dari penanaman hingga panen selama lima bulan.

Hasil ubinan di lokasi panen, menunjukkan hasil 2,6 ton per hektare. Namun secara umum rata-rata produksinya di kawasan itu biasanya berkisar 3-4 ton/ha.

Direktur Irigasi Kementerian Pertanian pada kesempatan itu mendorong adanya peningkatan produktivitas padi ladang di daerah itu dengan meningkatkan indeks produksi (IP) dari 100 menjadi 200.

"Potensinya masih ada untuk ditingkatkan produktivitasnya, dari IP 100 menjadi 200. Untuk itu diperlukan optimalisasi pemanfaatan curah hujan dan sumber air yang tersedia," kata Tunggul Iman Panudju.

Lahan pertanian tersebut berada dalam kondisi hamparan tanah golongan 'aluvial' dengan sistem tanam tanpa olah tanah serta pemupukan yang belum optimal.

Dirjen Irigasi memberikan masukan yang memungkinkan peningkatan produktivitas meningkat menjadi lima ton per hektare.

"Salah satunya dengan cara menggerakkan petani untuk mengadopsi varietas lain yang cocok untuk padi ladang dengan umur tanam lebih pendek, dan pengenalan budi daya padi secara baik dan tepat," kata Tunggul.

Selain itu, ia juga menekankan sinergi petani, penyuluh dan dinas terkait termasuk UPT Kementerian Pertanian di Provinsi Jambi dalam hal ini BPP dan BPTP Jambi.(*)

Sumber : Antara 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top