Senin, 19 Agustus 2019 |
FokusJambi - Nasional

BPOM Sita Tiga Juta Kosmetik-Obat Ilegal Berbahaya

Senin, 25 April 2016 | 11:48:54 WIB wib Dibaca: 3551 Pengunjung
ilustrasi kosmetk ilegal

 

FOKUSJAMBI.COM, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan bekerja sama dengan sejumlah instansi lain menyita tiga juta lebih produk kosmetik, obat-obatan, dan obat tradisional ilegal, kedaluwarsa, serta mengandung bahan kimia obat dan bahan berbahaya.

"Temuan ada 4.441 item atau 3.172.937 'pieces' dengan nilai keekonomian mencapai Rp49,8 miliar," kata Kepala BPOM Roy Sparringa di kantor BPOM, Jakarta, Senin.

 Temuan tersebut mencakup wilayah operasi di seluruh wilayah Indonesia yang dilakukan pada Februari-Maret 2016 dengan temuan sarana ilegal 174 dari 250 sarana yang diperiksa.

Dari seluruh kasus tersebut sebanyak 52 kasus atau 29,89 persen dilanjutkan dengan projustitia dari alat bukti yang ditemukan untuk pengembangan.

Roy menjelaskan kasus yang ditindaklanjuti pihak kepolisian paling banyak berasal dari Jawa Timur dengan 96 sarana (55 persen), DKI Jakarta 38 sarana (22 persen), Jawa Barat 24 sarana (14 persen, Sumatera Utara 4 sarana (2 persen), dan lainnya 12 sarana (7 persen).

Dari 174 sarana yang ditemukan paling banyak kosmetik 50 persen, obat 26 persen, dan obat tradisional 24 persen," kata Roy.

 pelanggaran yang ditemukan kebanyakan produk tanpa izin edar atau ilegal (89 persen), produk kedaluwarsa yang dimanipulasi masa berlakunya (7 persen), produk dengan bahan dilarang (3 persen), dan tanpa kewenangan (1 persen).

Roy menerangkan bahwa sebagian obat-obatan ilegal yang ditemukan diproduksi oleh perusahaan industri obat legal melalui sarana-sarana ilegal.
 

"Ini menarik, setelah ditelusuri mengarah pada industri farmasi. Jadi diproduksi secara tersamar di sarana produksi legal. Dia punya entitas, punya beberapa sarana. Industrinya legal tapi gudang-gudangnya ilegal," ujar Roy.
 

Sedangkan untuk obat-obat tradisional diproduksi di Bogor dan Tangerang di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk dengan mempekerjakan orang-orang dari luar wilayah tersebut. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top