Rabu, 15 Agustus 2018 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

BPBD SIAPKAN SKENARIO EVAKUASI WARGA TERDAMPAK BANJIR

Jumat, 25 Maret 2016 | 10:31:30 WIB wib Dibaca: 275 Pengunjung
ilustrasi (google.com)

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mengaku sudah menyiapkan skenario dalam mengevakuasi warga yang terdampak banjir di provinsi itu.

"Petugas kita terus patroli, jika warga harus dievakuasi dari rumah mereka kita sudah siap," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD provinsi setempat, Dalmanto di Jambi, Kamis.

Dalmanto mengatakan, saat ini air luapan sungai Batanghari sudah mulai memasuki pemukiman warga di Jambi bagian hilir seperti Sebrang Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi.

Namun rumah warga dibagian hilir Jambi umumnya bertiang sehingga ketinggian air tidak begitu meresahkan warga. Apalagi air belum menggenangi jalan-jalan utama.

"Kalau di bagian Sebrang Kota Jambi dan bagian hilir Muarojambi, warga anggap banjir itu biasa. Rata-rata air luapan memang baru mengenangi halaman rumah mereka. Untuk mencapai lantai rumah warga yang bertiang biasanya ketinggian mencapai tiga meter," katanya menjelaskan.

Selain faktor hujan yang kerap terjadi, luapan sungai terpanjang di Sumatera itu juga dikarenakan kiriman air dari bagian hulu provinsi Jambi. Seperti Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tebo dan Batanghari.

"Dihulu juga sering banjir, jika air sudah turun otomatis bagian hilir meluap. Tapi warga juga sudah kita imbau untuk waspada dan BPBD siap mengevakuasi jika ada permintaan warga," ujarnya.

Saat ini ketinggian air Sungai Batanghari kata Dalmanto masih 13, 25 meter atau masih status waspada. Jika debit air sudah mencapai 13,50 meter maka BPBD akan menyatakan daerah itu siaga IV.

Sementara itu, petugas pengukur ketinggian permukaan air di Taman Rajo Kota Jambi, Syahruddin mengatakan, debit air sungai Batanghari diprediksi naik dalam dua hari ke depan karena daerah hulu sering hujan.

"Sekarang ketinggian air 13,25 meter, kemungkinan dua hari ke depan ketinggian air akan bertambah, sebab air dari hulu belum sampai ke Kota Jambi," kata Syahruddin.

Namun di daerah hilir Kabupaten Muarojambi yang merupakan dataran rendah, seperti Desa Londrang, Manis Mato dan desa di Kawasan Candi Muarojambi sudah siaga IV. Air yang masuk ke pemukiman di wilayah itu kata Syahruddin sudah mulai tinggi.

Syahruddin juga mengatakan bahwa di kawasan Tanggo Rajo Ancol Kota Jambi, perahu karet beserta petugas dari BPBD Kota Jambi sudah siap jika sewaktu-waktu harus mengevakuasi warga di bagian hilir Jambi itu.(ant)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top