Selasa, 22 Oktober 2019 |
Hukum & Kriminal - Pemerintahan

BNN DUGA TES KESEHATAN BUPATI OGAN ILIR DIREKAYASA

Selasa, 15 Maret 2016 | 13:16:10 WIB wib Dibaca: 224 Pengunjung
Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiandi (google.com)

 

FOKUSJAMBI.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menduga bahwa terdapat rekayasa pada hasil pemeriksaan kesehatan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiandi saat menjalani proses seleksi calon kepala daerah.

"Pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan calon (kepala daerah) tidak dilaksanakan dengan benar dan baik. Pasti hasil lab-nya direkayasa," kata Budi Waseso di Jakarta, Senin.

Pasalnya pihak BNN mendapati hasil tes urin Ahmad positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Tes urin tersebut dilakukan pada Minggu (13/3) malam setelah Ahmad ditangkap.

Budi menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa BNN tidak tebang pilih dalam mengungkap kasus narkoba.

"Ini bukti (pengungkapan) narkoba tidak pandang bulu dan status," katanya.

Pihaknya menyayangkan terjadinya kasus ini karena pejabat daerah yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat justru terlibat kasus narkoba.

"Ini cerminan bagaimana seorang pejabat yang harusnya jadi panutan warga, tapi malah menggunakan narkoba," imbuhnya.

Pada Minggu (13/3) pukul 18.30 WIB, BNN mengamankan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiandi (27) di kediamannya di Jalan Musyawarah III, Kelurahan Karanganyar Gandus, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan karena kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu.

Kasus ini terkuak setelah penyidik BNN melakukan penelusuran selama tiga bulan terhadap gerak-gerik Ahmad.

"Penelusuran kasus ini sudah sejak tiga bulan lalu karena adanya laporan dari masyarakat bahwa yang bersangkutan (bupati) menggunakan sabu," ujarnya.

AWN ditangkap bersama tiga bawahannya yakni Mu (pria, 29 tahun, tangan kanan bupati), DA (pria, 31 tahun, PNS) dan Ju (pria, 38 tahun, sekuriti rumah pribadi bupati).

"Dari keempatnya, tidak ditemukan barang bukti (narkoba), namun berdasarkan hasil tes urin, keempatnya positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu," kata Budi.

Penangkapan bupati AWN berawal dari ditangkapnya seorang PNS berinisial Icn alias Fa alias Icl yang diduga sebagai pengedar narkoba.

"Dari keterangan Icn, terungkap bahwa dia sering memasok narkoba kepada Bupati AWN," katanya.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1a UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun.(ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top