Minggu, 25 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

BMKG JAMBI: WASPADAI BANJIR DAN ANGIN KENCANG

Senin, 16 November 2015 | 10:04:45 WIB wib Dibaca: 294 Pengunjung
Ilustrasi copyright google

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi meminta masyarakat di daerah itu mewaspadai kemungkinan banjir dan angin kencang sebab curah hujan diprediksi akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Prakirawan BMKG Provinsi Jambi, Dian Anggraini di Jambi, Minggu, mengatakan, peralihan musim dari kemarau ke musim hujan sudah terjadi. Ada banyak pertumbuhan awan yang mengarah dan menyebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

"Hujan terjadi dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat ini dimulai pada Dasarian kedua bulan November. Biasanya, hujan juga disertai dengan angin kencang," kata Dian.

Dian mengatakan dalam satu minggu ke depan hujan akan terjadi di seluruh wilayah Provinsi Jambi setiap hari. Hujan tersebut disertai juga dengan angin kencang.

"Dengan kondisi seperti ini diharapkan masyarakat Jambi harus tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan angin kencang," katanya.

Menurut dia, curah hujan sejak seminggu terakhir belum mencapai 50 mili meter namun baru mencapai 28 mili meter. Namun genangan air bahkan banjir bisa saja terjadi jika ada saluran air yang tersumbat lantaran sampah.

"Diharapkan masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah pada tempat-tempat yang biasanya dialiri air. Sehingga aliran air tidak tersendat," ujarnya.

Sementara itu, penjaga alat pengukur debit air Sungai Batanghari di 'Tanggo Rajo' Kota Jambi, Syahrudin mengatakan, saat ini ketinggian air sungai Batanghari masih dibawah normal. Sehingga belum ada kemungkinan banjir akibat meluapnya sungai terpanjang di Sumatera itu.

"Ketinggian air hari ini 7,65 meter. Masih di bawah normal, karena normalnya itu sembilan meter," kata Syahrudin

Syahruddin mengatakan, musim hujan yang sudah mulai beberapa hari ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap ketinggian air. Pergerakan tingginya air katanya masih lambat.

"Pada Sabtu (14/11) kemarin, ketinggian air hanya 7,50 meter, hari ini naik 15 Cm. Debit air itu memang terus naik tapi masih pelan," katanya.

Ketinggian air yang perlu diwaspadai adalah ketika sudah bergerak ke angka belasan meter. Biasanya jika ketinggian air sudah menjadi 12-13 meter lebih, maka pemukiman warga di daerah pinggiran sungai Batanghari sudah mulai digenangi air.

Meskipun saat ini masih dibawah normal, dia mengatakan kemungkinan besar akan terus bertambah tinggi. Dan berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketinggian air sungai Batanghari mulai naik secara drastis pada bulan Desember.

Pada bulan Januari, kemungkinan banjir akibat luapan sungai Batanghari tak bisa dihindari.

"Kemungkinan ada banjir, sekitar bulan Januari atau Februari, itu biasanya," katanya menambahkan.(Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top