Rabu, 19 September 2018 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

BKIPM JAMBI HIMBAU BAGI PEMILIK IKAN PREDATOR SEGERA MENYERAHKAN KE POSKO

Selasa, 03 Juli 2018 | 14:00:25 WIB wib Dibaca: 357 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu(BKIPM) Jambi hari ini (03/07/2018) melakukan kegiatan himbauan dan juga sekaligus mensosialisasikan undang undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2004, tentang perikanan sebagaimana telah diubah menjadi undang undang nomor 45 tahun 2009 dan peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 41/PERMEN-KP/2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya kedalam wilayah negara republik Indonesia, serta sebagai tindak lanjut terhadap upaya pencegahan penyebaran ikan invasif di dalam wilayah negara republik indonesia.

Untuk mengantisipasi dan di perjualbelikan ikan Predator yang dilarang tersebut Tim dari BKIPM Jambi, langsung turun kelapangan, petugas melakukan himbauan dan juga sosialisasi kepada para pedagang ikan hias yang berada dikawasan pasar TAC kota Jambi yang berada dikawasan Sipin ujung.

Selain memasangi Poster Hinbauan petugas juga mengecek semua ikan yang dijual di toko tersebut.

Kepala BKIPM Jambi Ade Samsudin mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menindak lanjuti arahan menteri perikanan dan kepala BKIPM pusat, untuk memberikan pembinaan kepada pemilik toko ikan hias tentang dilarang nya dijual ikan jenis predator yang berbahaya.

"Ada tiga jenis ikan yang dilarang yaitu ikan jenis rapaima Gigas, aligator dan juga piranha serta ada ikan invasif lainnya yang lebih kurang ada sebanyak 145 jenis yang ada di PERMEN KP, kami dari BKIPM Jambi menghimbau kepada seluruh masyarakat provinsi Jambi untuk tidak melepasliarkan ikan jenis berbahaya tersebut kedalam perairan yang ada di provinsi Jambi karena sangat berbahaya untuk ekosistem air lainnya," ungkap Ade Samsudin, kepada awak media Usai soaialisasi.

Tidak hanya bersosialisasi, Dalam kesempatan ini Ade juga memberitahukan kepada seluruh masyarakat Jambi bahwa BKIPM juga membuka posko penyerahan ikan berbahaya/invasif mulai terhitung dari tanggal 1 Juli 2018 sampai dengan 31 Juli 2018.

"untuk masyarakat provinsi Jambi yang ada memelihara ikan jenis invasif tersebut kami harap dan kami himbau untuk secara sukarela menyerahkan ikan tersebut kepada UPT Wilayah kerja BKIPM Jambi, apabila sampai dengan batas waktu berakhirnya pembukaan posko tersebut masih ada ditemukan jenis ikan berbahaya/invasif dimasyarakat, kami akan melakukan penindakan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, jadi kami sangat mengharapkan kepada seluruh masyarakat Jambi, baik yang ada Dikabupaten kota untuk secara sukarela menyerahkan ikan yang dilarang tersebut kepada kami BKIPM untuk kami musnahkan," Himbaunya.(Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top