Senin, 20 Mei 2019 |
FokusJambi - Opini Warga

BEBAS PORNOGRAFI DALAM NEGARA ISLAM

Minggu, 19 November 2017 | 14:59:20 WIB wib Dibaca: 617 Pengunjung
Oleh: Sitti Amina

Aplikasi android membawa bencana via Wa (Gif sarat dengan konten pornografi secara langsung di komsumsi secara gratis). Konten yang dimaksud merupakan bagian dari fitur GIF untuk berkirirm pesan dalam percakapan. Jadi pengguna dapat mencari konten GIF bernuansa dewasa di WhatsApp yang tak disensor (Minggu, 5/11/17 teknoliputan6.com).

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A Pangerapan mengatakan konten pornografi yang tersebar di media sosial tidak dapat seluruhnya diblokir."Di negara mana pun, pornografi itu tidak bisa diblokir 100 persen. Di internet, tidak ada yang bisa menjamin 100 persen diblokir. Kita semua harus ikut berperan aktif karena pornografi itu tidak bisa hanya dicegah melalui internet," katanya dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Kominfo Jakarta. (Rabu 08/11/17 republika.co.id). Semuel menambahkan Kemenkominfo tidak bisa begitu saja melakukan pemblokiran seluruhnya atas layanan aplikasi yang menyebarkan konten pornografi. Salah satu kemungkinan yang bisa dilakukan Kemenkominfo adalah meminta perusahaan aplikasi dan penyedia layanan untuk menghapuskan konten pornografi."Kami belum menemukan cara yang efektif selain menerima laporan dari masyarakat untuk kemudian kami tindaklanjuti. Karena kalau yang namanya pemblokiran itu kalau terlalu tinggi, nanti kebebasan berekspresinya juga terganggu. Jadi kita harus seimbang dalam mengatasinya dan sangat hati-hati, apalagi untuk memblokir," ujarnya.

Menkominfo hanya mendesak tidak membuat tindakan tegas. Hal ini membuktikan pemerintah lalai menyelamatkan generasi dari kerusakan moral. Maraknya pornografi dan pornoaksi mengkhawatirkan ba­nyak pihak karena tidak ada perangkat hukum positif yang bisa digunakan untuk mencegah dan menindak para pelaku pornografi dan pornoaksi. Para pelaku pornografi dan pornoaksi pun berlindung dengan dalih seni dan budaya. Akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi adalah sistem sekuler-liberal dengan kebebasan berekspresi. Kalau sistem hukum yang ada tak bisa lagi mengatasi perso­alan pornografi dan pornoaksi lalu dengan ada masyarakat bisa dilin­dungi? Jawabnya, cuma satu yakni dengan Islam.

Islam Solusinya

Islam memiliki solusi tuntas untuk memberantas pornografi dan pornoaksi. Hanya saja pelaksanaannya membutuhkan negara Islam. Islam memiliki seperangkat sistem dan norma yang mampu membentengi individu dan masyarakat. Dalam pandangan Islam, pornografi dan pornoaksi adalah sebuah tindak kemaksiatan yang haram dilakukan.

Secara individu, Islam memi­liki konsep tentang aurat yang jelas dan baku. Di samping itu, pakaian yang dikena­kannya sudah ditentukan yakni: jilbab dan kerudung. Islam pun melarang bebera­pa tindak yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Di antaranya Islam melarang tabarruj (berhias berlebihan di ruang pub­lik), ber­campur-baur antara pria-wanita, dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan kepada perzinaan. Kalau wanita dilarang tabarruj, pria pun diperintahkan untuk menundukkan pandangan terhadap wanita yang bukan mahramnya. Pola hubungan pria dan wanita diatur sedemikian rupa sehingga mereka akan tercegah dari segala tindakan yang men­jurus kepada tindakan pornoaksi dan memproduksi materi pornografi. Namun bukan berarti mela­rang adanya hubungan pria dan wanita di ranah publik.

Secara sistemik, Islam mela­rang penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Apalagi mem­produksi materi pornografi. Sanksinya pun sangat tegas, rajam bagi yang sudah pernah menikah dan cam­buk 100 kali bagi yang bujang­an/perawan. sanksinya sangat tegas dan cukup berat. Dalam kaitan ini negara mengawasi secara ketat seluruh media yang ada. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk mengekang kebebasan, tapi ini sebagai upaya membentengi umat dari tindak kemungkaran yang bisa menda­tangkan murka Allah SWT. Bila pornografi dan pornoaksi itu haram, maka jalan yang menuju ke kedua hal itu pun haram. Di sinilah negara memiliki peran vital.

Secara ekonomi, Islam telah menggariskan adanya larangan bagi setiap Muslim untuk mencari rezeki dengan jalan haram seperti yang dilakukan oleh para pelaku pornoaksi sekarang ini seperti menjadi artis porno, memproduksi media porno—Internet, VCD, film, sinetron dan sebagainya— menyi­arkannya, menjual materi porno­grafi, dan yang terkait dengan pornografi lainnya.

Melalui konsep Islam, indivi­du, keluarga, masyarakat, dan ne­gara diarahkan untuk takwa. Indi­vidu menjaga dirinya dari per­buatan dosa, keluarga dan masya­rakat mengontrol dan menjaga anggotanya dari maksiat, dan negara melindungi warganya dari murka Allah dengan menerapkan aturan-Nya secara ketat. Konsep ketakwaan kompre­hensif inilah yang tak dimiliki oleh sistem di luar Islam. Maka dari itu, konsep ini hanya bisa diterapkan dalam sistem yang Islami yakni di negara Islam. Hanya di negara Islamlah, aturan Islam secara kaffah bisa dilaksanakan.(**)

 

Penulis : Sitti Amina (merupakan mahasiswi Pendidikan Fisika Universitas Jambi)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top