Rabu, 17 Juli 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

Arifin Mencuri Motor Karena Terinspirasi Dari Siaran TV

Selasa, 27 Januari 2015 | 12:30:26 WIB wib Dibaca: 1004 Pengunjung

Laporan Fokusjambi.com

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Unit buser Polsekta Telanaipura kota Jambi kembali meringkus satu orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Pelaku adalah M. Arifin (24) warga pauh Sarolangun Jambi.

Penangkapan terhadap Pelaku terjadi pada 23 Januari lalu sekira pukul 12.45 WIB, ketika itu pelaku melancarkan aksinya di depan Lapas atau tepatnya disamping ekpedisi Bungo Kincai. Naas bagi pelaku belum sempat kabur membawa motor curian ia malah kepergok petugas patroli Polsek Telanaipura.

Aksi kejar-kejaranpun terjadi, karena panik pelaku yang terus dikejar petugas dengan mobil patroli kemudian ia menabrak mobil fortuner lalu terjatuh, Arifin kemudian diamankan petugas, Sementara rekanya F berhasil meloloskan diri. Saat mau dibawa ke Mapolsek Telanaipura pelaku berupaya melakukan perlawanan sontak saja petugas yang tidak ingin kehilangan buruanya maka pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dan tepat mengenai betis kiri pelaku.

Kapolsek Telanipura kota Jambi Kompol Doni wahyudi melalui Kanit Reskrim IPTU Lamhot Hutapea kepada sejumlah wartawan mengatakan tersangka ini merupakan resedivis dalam kasus curanmor. Dimana kata kanit pelaku menjalankan aksinya bersama temanya F.

"Pengakuan tersangka ada lima TKP yang dilakukan, BB yang sudah diamankan baru satu unit motor," jelas Kanit Selasa (27/01).

Saat ini kata Lamhot pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini untuk memburu rekan tersangka dan mengamankan barang bukti yang pelaku curi.

Sementara pelaku Arifin kepada sejumlah wartawan mengakui hal yang sama. Menurutnya lima kali telah mencuri motor bersama rekanya F. Dalam aksinya Kata Arifin ia sebagai Eksekutor.

Saat ditanya dari mana ia belajar mencuri motor? Arifin mengaku ia belajar setelah melihat tayangan berita kriminal yang ia lihat di televisi.

"Ia saya yang langsung mengambil motornya dengan menggunakan kunci leter T, saya belajar setelah melihat siaran di tv kemudian saya tiru," jelas tersangka.

"Untuk Motor bebek saya jual Rp2,5 Juta kemudian motor besar di jual Rp 4 Jutaan. Sedangkan uang hasil ranmor dihabiskan untuk membeli narkoba di Pulau Pandan," timpal tersangka. (Uti)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top