Jumat, 23 Agustus 2019 |
FokusJambi - Daerah

APKASINDO : PETANI DIMINTA BERSATU LAWAN PT.SAL

Kamis, 01 Desember 2016 | 14:50:59 WIB wib Dibaca: 674 Pengunjung

 

FOKUS JAMBI. COM, MERANGIN - Buntut tak diberikan hak petani plasma oleh perushaan sawit PT. Sari Aditya Loka (SAL-1) untuk 9 Desa di Kecamatan Tabir Selatan hingga petani merugi sebesar 46 milyar dari dana bagi hasil Escrow Account sejak tahun 1995 hingga tahun 2000 kian meruncing.

Hari ini, ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Joko Wahyono menyurati pegurus KUD, kelompok tani, dan seluruh petani plasma yang merasa dirugikan diminta untuk bersatu dan  meminta pertangung jawaban PT. SAL 1 ini.

Hal ini ditegaskan Joko saat meminta media ini mempulikasi kebiadaban PT. SAL terhadap hak petani Kamis (1/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

" Sesuai resume tim 9 tetang dana bagi hasil dana Escrow Account dan kekurangan lahan, Apkasindo Merangin bersama petani plasma, KUD,  dan kelompok tani untuk meminta PT. SAL mengembalikan hak petani," beber Joko.

Jika tidak ada solusinya, sebut Joko, diminta Pemerintah Daerah (Pemda), untuk mencabut izinnya. Selanjutnya, laporkan kebiadaban ini Kementrian Pertaninan bahkan ke Presiden.

" Pelanggaran PT. SAL terhadap petani ini fatal dan sudah bertahun-tahun lamanya. Kalau tidak itikat baik tuk memberikan 30 parsen hak petani kami pinta Pemda mencabut izinnya. Karena dinilai sudah melanngar SKEP Mentan," tambah Joko.

Lanjut Joko, selain Pemkab Merangin diminta peduli, Pemerintah Provinsi (Pemprov), juga harus ikut andil untuk menguraikan pemasalahan yang menimpa petani selama bertahun - tahun ini.

" Dalam hal ini, Apkasindo berharap selain Pemkab Merangin, kepda Gubernur  Jambi Zumi Zola, memangil pihak PT. SAL 1 agar masalah yang menimpa ribuan petani plasma di Kabupaten Merngin, di selesaikan," pungkasnya. (TM08).

Sementara, humas PT. SAL 1, Daryanto dikonfirmasi melalui hpnya tak menyahut. Nomor aktif tapi tak diangkat, SMS pun juga tak dibalas. (Han)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top