Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Nasional

Anggota DPD Desak Evaluasi Tol Laut Panjang-Priok

Selasa, 28 Juni 2016 | 10:09:07 WIB wib Dibaca: 271 Pengunjung
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Lampung Anang Prihantoro

 

FOKUSJAMBI.COM, Bandarlampung - Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Lampung Anang Prihantoro mendesak pemerintah mengevaluasi kesiapan pelayanan penumpang melalui jalur tol laut baru rute Panjang (Bandarlampung)-Tanjung Priok (Jakarta) dan sebaliknya menyusul keluhan penumpang kapal laut ini.

"Maksud baik pemerintah yang didukung pihak swasta untuk melayani rakyat sudah betul sebagai langkah strategis untuk mengurangi beban jalan di darat juga betul, tetapi kalau ternyata kondisi kapalnya masih amburadul dan jadwalnya juga tidak pasti dan sering delay maka kita akan kehilangan kepercayaan dan bukan tidak mungkin para calon penumpang enggan menggunakan moda tol laut rute ini," kata Anang, dalam pernyataan, di Bandarlampung, Selasa.

Menanggapi keluhan masyarakat Lampung yang telah menggunakan tol laut rute baru Panjang-Tanjung Priok yang baru beberapa hari ini dioperasikan itu, menurut Anang, sebenarnya ekspektasi masyarakat terhadap tol laut ini sangatlah besar dengan dukungan publikasinya begitu menjanjikan.

"Karena itu, saya mendesak pemerintah agar segera memeriksa kesiapan kapal feri yang melayani penumpang tersebut, artinya ini pemerintah memaksakan diri, sehingga masyarakat yang menjadi korbannya," ujarnya lagi.

Sebelumnya, tiga kapal feri roll on roll off (ro-ro) rute Pelabuhan Panjang, Lampung-Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan sebaliknya, Rabu (22/6) sore, telah resmi dioperasikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Tiga kapal feri akan melayani rute Lampung-Jakarta dan sebaliknya, yakni KM Mutiara Sentosa II, KM Mutiara Sentosa III, dan KM Mutiara Timur I adalah milik PT Atosim Lampung Pelayaran.

Pengoperasian tiga kapal feri rute Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok diharapkan dapat menjadi alternatif angkutan laut untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni-Merak (Banten).

"Memasuki masa angkutan Lebaran 2016, para pemudik dari Jakarta menuju Lampung atau sebaliknya kini memiliki alternatif baru tanpa harus melalui Pelabuhan Merak-Bakauheni yang setiap tahun terjadi kepadatan dan kemacetan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan A Tonny Budiono, pada pengoperasian pelayaran perdana kapal feri rute Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok, di Pelabuhan Panjang Bandarlampung itu pula.

Saat ini, pemudik bisa memilih jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pulang-pergi.

Tonny mengatakan, pengoperasian kapal ro-ro ini dalam rangka menyukseskan program tol laut dan "short sea shipping" pemerintah yang diharapkan akan mampu menjadi solusi dalam penanganan permasalahan kepadatan jalur transportasi darat khususnya di Jalur Pantura dan Jalan Lintas Sumatera.

"Pengoperasian tiga kapa feri ini diharapkan dapat menekan waktu perjalanan dan efisiensi biaya, menurunkan biaya logistik serta dapat mengurangi beban jalan raya yang semakin tinggi," katanya lagi.

Menurutnya, jika kapal yang beroperasi itu tetap dan berjadwal, maka ada atau tidak ada muatan dan penumpang, kapal tetap harus berlayar, sehingga akan semakin memperlancar arus barang dan penumpang di Tanah Air.

Pembukaan rute baru ini, lanjutnya, disambut baik pengusaha dan masyarakat pengguna jasa transportasi karena mereka akan dapat melakukan penghematan baik dari segi biaya maupun waktu.

Keuntungan lainnya, masyarakat dapat bepergian dengan nyaman dan aman karena kapal dalam kondisi bagus dan laik operasi, serta dapat terhindar dari kemacetan dan kepadatan lalu lintas penyeberangan Merak-Bakauheni.

"Saya juga mengimbau KSOP Pelabuhan Panjang dan PT Pelindo II untuk dapat terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas di pelabuhan," ujarnya.

Wakil Direktur PT Atosim Lampung Pelayaran Sjarifuddin Mallarangan mengatakan bahwa daya muat ketiga kapal tersebut rata-rata 120 truk besar atau 160 kendaraan campuran dan 500 penumpang.

Terkait harga tiket untuk kendaraan kecil seperti sedan, jip, mobil bak terbuka dan sejenisnya hanya Rp450 ribu per unit, atau lebih murah dibandingkan dengan pembelian BBM bila melakukan perjalanan darat dari Lampung ke Jakarta atau sebaliknya. Sedangkan harga tiket untuk penumpang dewasa Rp55.000/orang dan anak-anak Rp35.000/anak. (Ant)
 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top