Rabu, 15 Agustus 2018 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum - Daerah

AKTIVITAS ILLEGAL DRILLING DI POMPA AIR MASIH TERJADI, BUPATI SYAHIRSYAH NGAKU KECEWA

Jumat, 16 Maret 2018 | 22:44:21 WIB wib Dibaca: 205 Pengunjung
Kapolres batanghari akbp ade rahmat idnal bersama puluhan anggota polres di lokasi illegal driling dikawasan pompa air, bajubang

FOKUSJAMBI.COM, BATANGHARI - Aktivitas illegal Drilling yang berada di kawasan desa Pompa Air, Bajubang kabupaten batanghari masih saja terjadi, Padahal sebelumnya Tim Terpadu yang di pimpin langsung Wakil Gubernur jambi Fachrori umar telah melakukan penutupan terhadap Puluhan Sumur minyak dikawasan itu.

Menyikapi kejadian itu membuat Bupati BatangHari Ir. Syahirsyah SY angkat bicara. Bupati mengaku kecewa mendengar adanya laporan masih saja terjadi aktivitas pengeboran minyak yang dilakukan secara illegal tersebut.

Syahirsah menambahkan jika dari pihak Pertamina juga sudah memberikan konpensasi terhadap masyarakat sekitar agar tidak melakukan lagi kegiatan ilegal tersebut.

"iya kemarin sudah di tutup langsung oleh pihak kepolisian, dan pelakunya sudah kabur duluan," sebut Bupati kepada beberapa awak media jum'at (16/03/2018).

Bantuan kompensasi dari pihak Pertamina lanjut Bupati sebesar Rp200 hingga 300 juta yang di berikan kepada masyarakat sekitar, uang itu sebutnya di peruntukkan untuk pembangunan masjid dan bantuan untuk anak sekolah, supaya tidak ada lagi alasan masyarakat untuk melakukan ilegal drilling.

"menurut undang-undangkan semua bentuk yang terkandung di dalam tanah baik berupa air dan minyak merupakan milik negara,"terang Syahirsyah.

"akan tetapi kalau yang ado di atasnyo milik masyarakat dan sebaliknyo yang ado di dalam tanah itu milik negara biar pun tanah tersebut milik masyarakat, yang jadi milik masyarakat yang ado di atas yang di dalam bawah tanah itu milik negara," tutupnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (15/03/2018) kemarin, Puluhan Aparat kepolisian Mapolres batanghari jambi menggunakan senjata lengkap melakukan penutupan serta penyegelan langsung di lokasi Sumur minyak illegal dikawasan Bajubang, Desa Pompa Air Kabupaten batanghari.

Penyegelan dilakukan menindaklanjuti laporan yang diterima aparat Polres batanghari dari warga terkait masih maraknya aktivitas itu, sehingga  puluhan personil langsung mendatangi lokasi rersebut.

Kapolres Batanghari AKBP Ade Rahmat Idnal SIK MSi yang memimpin langsung penyegelan diareal sekitar 2 hektar itu, setiba dilokasi tak satupun berhasil mengamankan para pelaku.

Kapolres yang didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim Dan kasat Sabahara Polres batanghari langsung memerintahkan anggotanya untuk merobohkan semua pondok-pondok yang ditemukan dilapangan, tidak itu saja dalam areal ini ditemukan puluhan titik sumur minyak yang dikelola masyarakat secara illegal.

Dari hasil penindakan, petugas hanya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa perlengkapan peralatan Untuk mengolah minyak mentah seperti mesin pompa, pipa, tedmon dan sepeda motor.

Diakui kapolres, aktivitas ilegal driling pada akahir tahun 2017 lalu pihaknya sudah melakukan tiga kali penutupan, keberadaan sumur tersebut memang berada di kawasan warga, namun sejauh ini tidak dieksploitasi oleh Pihak Pertamina, kemudian di eksploitasi oleh warga secara ilegal.

Ade belum dapat memastikan maupun memprediksi berapa jumlah kerugian negara yang ditimbulkan akibat illegal drilling ini karena masih menunggu informasi dari pihak Pertamina.

"Kalau dari informasi yang kita dapatkan aktivitas ilegal driling ini sudah sekitar tiga bulan berjalan, jelas akibat adanya aktivitas tersebut bisa berdampak adanya pencemaran lingkungan dan juga melanggar tentang migas,"tuntas Kapolres. 

Guna mengantisipasi kejadian ini tidak terulang kembali, Sebagai tindaklanjut dan memberikan efek jera bagi warga yang mengolah sumur minyak secara ilegal akan marakanya aktivitas dikawasan tersebut jajaran Mapolrespun telah memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar, tidak itu saja kapolres kembali menegaskan bila masih saja berlanjut maka bisa diancam dengan pidana kurungan penjara selama 6 tahun penjara, maupun denda sebesar Rp60 Milyar rupiah.(Rge)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top