Rabu, 15 Agustus 2018 |
FokusJambi - Kesehatan & Gaya Hidup

ABU BAKAR: PUSKESMAS, FASKES YANG TOLAK PASIEN DAN MEMINTA UANG MUKA KE PASIEN BISA TERANCAM PIDANA

Selasa, 12 Juni 2018 | 13:27:22 WIB wib Dibaca: 431 Pengunjung
Kabag Humas Kota jambi Abu bakar

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI - Pemerintah Kota Jambi telah mengeluarkan regulasi termasuk edaran kepada semua rumah sakit, Fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas yang ada di kota jambi dalam rangka mengantisipasi pelayanan atau layanan kesehatan untuk masyarakat selama cuti bersama dan lebaran idul fitri.

Kabag Humas Kota jambi Abu bakar saat di konfrimasi mengatakan ada sebanyak 20 Puskemas maupun faskes di kota jambi untuk tetap operasional melayani masyarakat kota jambi.

Puskesmas rawat inap ada dua yakni puskesmas putri ayu dan puskesmas pakuan baru di thehok ini buka 24 jam, kemudian 18 puskesmas Non perawatan  juga ada tersebar di seluruh wilayah kota jambi dan tetap buka pada pukul 08.00 wib hingga pukul 17.00 wib.

Abu bakar kembali menegaskan, Faskes dan Puskesmas yang ada di kota jambi agar mentaaati Undang-Undang kesehatan pasal 36 tahun 2009 yang menyatakan rumah sakit, puskesmas dan faskes dilarang menolak pasien termasuk juga mengenakan uang muka atau deposit.

“Sesuai dalam undang-undang kesehatan pasal 36 tahun 2009 dan pasal pasal 32 ayat  2 pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan atau tenaga kesehatan yang melanggar dapat di penjara maksimal selama dua tahun/ dan atau denda maksimal Rp200 juta rupiah dan jika menyebabkan kematian  di penjara maksimal selama 10 tahun dan denda paling banyak rp1 milyar sesuai dalam pasal 190 ayat 2,”tegas  Kabag humas Pemkot Jambi.

Abu Bakar menghimbau, bagi Masyarakat yang mengetahui adanya rumah sakit maupun puskesmas yang menerapakan kebijakan deposit atau uang muka untuk pasien gawat darurat maka dapat melaporan he hotlaline kementrian kesehatan Tlp 021- 1500567.(Dar)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top