Selasa, 15 Oktober 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

7 dari 12 Tersangka Kasus “Ketok Palu” Tunggu Giliran Ditahan KPK

Rabu, 24 Juli 2019 | 23:33:02 WIB wib Dibaca: 473 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Tujuh dari 12 Anggota DRPD Provinsi Jambi Periode 2014-2019 yang sudah berstatus tersangka kasus “ketok palu” pengesahan APBD Provinsi Jambi Tahun 2017 dan Tahun 2018 kini menunggu giliran untuk ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gusrizal (Anggota DPRD dari Fraksi Golkar) dan Elhelwi (Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PDIP), Rabu (24/7/2019) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta. Sedangkan Sufardi Nurzain Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi mangkir dari pemeriksaan.

Sebelumnya pada , Kamis 18 Juli 2019 lalu, KPK juga menahan 4 orang tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD Provinsi Jambi 2017 dan 2018. Mereka adalah Effendi Hatta, Zainal Abidin, Muhammadiyah (Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019) dan Jeo Fandy Yoesman alias Asiang (JFY) dari unsur swasta.

Sedangkan 7 tersangka yang menunggu giliran ditahan KPK adalah 1. Cornelis Buston (CB), Ketua DPRD Provinsi Jambi (Demokrat), 2. AR Syahbandar (ARS), Wakil Ketua DPRD (Gerindra), 3. Chumaidi Zaidi (CZ), Wakil Ketua DPRD (sudah mundur-PDIP), 4. Sufardi Nurzain (SNZ), Ketua Fraksi Golkar, 5. Cekman (C), Ketua Fraksi Restorasi Nurani, 6. Tadjudin Hasan (TH), Ketua Fraksi PKB, 7. Parlagutan Nasution (PN), Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi Jambi.

Para oknum anggota DPRD Provinsi Jambi yang menjadi tersangka diduga menerima Rp 400-700 juta per fraksi atau Rp 100-200 juta per orang. Menurut KPK, dugaan suap untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 senilai total Rp 12,9 miliar dan untuk RAPBD 2018 senilai Rp 3,4 miliar.

Dalam kasus “ketok palu” pengesahan APBD Provinsi Jambi Tahun 2017 dan Tahun 2018 lima orang telah menjalani hukuman penjara. Mereka adalah Zumi Zola (Gubernur Jambi), Syaifudin (Asisten III), Erwan Malik (Sekda), Supriono (Anggota DPRD) dan H Arfan (Kadis PUPR).

KPK mengeksekusi Zumi Zola ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas 1 Sukamiskin, Bandung, pada Jumat (14/12/2018). Artinya, perkara Zumi Zola sudah berkekuatan hukum tetap dan Zola menjalani hukuman penjara 6 tahun kurungan.

Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola dihukum enam tahun penjara dan pidana denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.  Zumi terbukti menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 40 miliar. Zumi juga menerima 177.000 dollar Amerika Serikat dan 100.000 dollar Singapura.

Selain itu, Zumi menerima 1 unit Toyota Alphard dari kontraktor. Zumi dan jaksa KPK menerima putusan tersebut sehingga perkaranya berkekuatan hukum tetap.

Sedangkan Syaifudin, Erwan Malik, Supriono, H Arfan telah divonis masing-masing 4 tahun penjara dan kini sudah menjalani kurungan LP Kelas I Kota Jambi sejak tahun 2018 lalu. (JP-Lee)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top