Senin, 19 Agustus 2019 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

55.000 HEKTARE LAHAN PADI JAMBI GAGAL TANAM

Jumat, 09 Oktober 2015 | 09:27:29 WIB wib Dibaca: 364 Pengunjung
Ilustrasi Dok : Google

 

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Seluas 55 ribu hektare lahan padi di Provinsi Jambi gagal tanam pada musim tanam kedua karena lahan tersebut kekeringan akibat musim kemarau yang melanda daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Amrin Aziz, di Jambi, Kamis, mengatakan penanaman padi Jambi ditargetkan mencapai 100 ribu hektare pada September 2015 namun hanya terealisasi seluas 45 ribu hektare.

"Hanya tertanam seluas 45 ribu hektare dari target 100 ribu hektare. Artinya 55 ribu hektare dipastikan gagal tanam karena lahan kekeringan. Tapi yang tertanam itu diyakini berhasil panen karena ada irigasi dan terkena sinar matahari," kata Amrin.

Amrin menyarankan kepada pemerintah pusat untuk mengadakan pembuatan sumur bor di persawahan. Karena beberapa irigasi yang ada saat ini dinilai Amrin tidak diurus dengan baik. Padahal menurutnya, sudah ada dana yang disediakan di dinas Pekerjaan Umum.

"Kita butuh orang yang pandai mengurus kerjasama dan komunikasi dengan pusat, sekarang orang-orang yang ada tidak bisa menjalin komunikasi dengan baik dengan pusat, itulah masalahnya irigasi kita selalu tidak bagus," katanya.

Untuk menghindari gagal tanam dan panen, yang bisa dilakukan kata Amrin adalah memperbaiki sumber air yang ada dan membuat irigasi-irigasi baru.

Terkait asuransi kegagalan panen, Amrin mengatakan bahwa Jambi tidak mendapat bantuan itu, padahal daerah lain yang gagal panen dapat asuransi dari pemerintah pusat tersebut.

"Jadi baru 18 provinsi yang mendapat asuransi gagal panen, dan kita tidak masuk, seharusnya masuk, dan kalau masuk banyak bantuan benih langsung untuk para petani yang gagal," katanya.

Alasan Jambi tidak mendapatkan asuransi dari pusat kata Amrin karena kekeringan di Jambi dianggap pusat tidak separah seperti 18 provinsi yang mendapatkan asuransi tersebut.

"Sekarang lahan kita yang gagal produksi itu sudah puluhan ribu, dan seharusnya untuk mendapatkan asuransi itu tidak mengalami problem, ," katanya.

Amrin menambahkan, kekeringan lahan padi terberat saat ini berada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Disusul lahan padi di Kabupaten Merangin, Tanjung Jabung Barat dan Batanghari.(Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top