Selasa, 17 September 2019 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

27 Kubik Jenis Kayu Rimba Campuran Tanpa Dokumen Yang Sah Berhasil Diamankan Dishut Provinsi Jambi

Kamis, 03 Januari 2019 | 21:22:06 WIB wib Dibaca: 129 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM.JAMBI - Satu Unit Kendaraan Jenis  truk yang Berisikan  muatan lebih kurang Sebanyak 27 kubik kayu jenis rimba campuran,pada Hari  Selasa (01/1/2019) Berapa Hari lalu,berhasil  diamankan Oleh petugas Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi

Dimana Satu Unit Kendaraan Jenis  Truk dengan nopol B 9216 YY tersebut diamankan karena Truck Tersebut Kedapatan  mengangkut kayu tanpa disertai Oleh  dokumen yang sah.

Dalam Kegiatan Pers Rilis nya Kepala Dinas Kehutanan  Provinsi Jambi Ahmad Bestari menyebutkan, Bahwa Satu Unit Kendaraan Jenis  truk yang Berisikan muatan Sebanyak 27 kubik kayu Jenis Rimba Campuran  ini, Berhasil diamankan Pada Saat Melintas di jalan lintas Bangko-Rantau Panjang,tepat nya pada  Km 26 Simpang Margoyoso, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.

Dimana Terkait  Permasalahan Truck Pengangkut 27 Kubik Kayu Jenis Rimbah Campuran ini kita juga turut berhasil  mengamankan dua orang masing-masing yang berinisial MM dan SH.yang pada Saat ini masih kita  periksa,Ucap Kadishut Ahmad  Bestari kepada Para Awak Media,Hari ini Kamis (03/01/2019).

Yang mana pada Saat diamankan, lanjut Bestari, Kedua pelaku tersebut memang sempat menunjukkan dokumen kepada petugas. Namun  dokumen yang ditunjukkan pada Saat Dilakukan Pengecekan Ternyata tidak sah, di karenakan  pengangkutan kayu yang dilakukan di Merangin namun pada dokumen yang  Ditunjukan Tersebut  tertulis Kabupaten Tebo.

Serta dari hasil pemeriksaan yang Kami lakukan Ternyata diketahui Bahwa kayu ini  akan dibawa ke Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Tegas Bestari.

Saat ini, Ke dua orang pelaku beserta barang bukti mobil truk berikut muatannya,telah  diamankan guna proses lebih lanjut.

Dan Jika terbukti melanggar pelaku akan kita kenakan pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2018 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan, dengan  Ancaman hukumannya 5 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar,Tutup Bestari(Man)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top