Senin, 22 Januari 2018 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

18 WARGA ACEH BARAT DICAMBUK DI DEPAN UMUM

Kamis, 30 November 2017 | 14:04:14 WIB wib Dibaca: 119 Pengunjung
ilustrasi

FOKUSJAMBI.COM, MEULABOH, ACEH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengeksekusi uqubah atau hukum cambuk terhadap 18 pria yang terbukti melakukan pelanggaran Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat, Ahmad Sahruddin, di Meulaboh, Kamis, menjelaskan, terpidana yang dieksekusi tersebut merupakan kasus ditangani sejak 2015 dengan total 39 orang, pelaksanaanya uqubah dilaksanakan dua tahap hingga akhir 2017.

"Eksekusi cambuk dilakukan terhadap 18 terpidana, dari jadwal semua ada 39 orang terpidana yang dibagi dalam dua tahap. Sisa 21 orang lagi, kami jadwalkan dengan pihak terkait awal atau pertengahan Desember 2017 ini," sebutnya.

Eksekusi terpidana pelangar Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 2014 itu, dilaksanakan di atas pentas depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, selain disaksikan unsur muspida, eksekusi tersebut juga menjadi tontonan pelajar dan masyarakat umum.

Dia menjelaskan, 17 orang merupakan terpidana Maisir (judi) dan satu orang terpidana Khalwat, terpidana maisir dicambuk oleh algojo berpakaian serba hitam, paling singkat 5 kali dan terbanyak 100 kali dijatuhkan pada terpidana khalwat yang merupakan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pegawai daerah setempat.

Ahmad Sahruddin, menjelaskan, semua terpidana yang dieksekusi tersebut, tidak bersedia membayarkan denda ataupun menjalani hukuman kurungan penjara, karena itu semuanya memilih untuk dicambuk di depan khalayak ramai.

"Ketika kami menerima dari kepolisian, semua diproses, apakah hukumannya itu dengan cambuk, denda atau penjara, karena Qanun Jinayah seperti itu penghukumannya. Ke 39 terpidana yang kita tanggani belum ada yang bayar denda," tegasnya.

Lebih lanjut, Sahruddin menjelaskan, pelanggar Qanun Jinayah Nomor 6 Tahun 2014, bisa memilih denda, untuk satu kali cambuk setera dengan satu mayam emas (3 gram), satu kali cambuk juga setara satu bulan hukuman kurungan penjara.

Namun demikian, bagi mereka yang sudah menjalani masa hukuman 30 hari, maka dikurangi satu kali cambuk, kemudian juga ada aturan lain yang mempertegas, berapapun lamanya menjalani masa hukuman, maka dikurangi satu kali cambuk.

Dikatakannya, dari ke 18 pria terpidana yang dieksekusi tersebut, 11 orang diantaranya datang menyerahkan diri, sementara sisanya terpaksa dijemput dengan bantuan pihak Polres Aceh Barat, Polda Aceh.

"Kalau yang denda itu jelas disetorkan ke khas negara, tapi sejauh ini belum ada, dari 39 orang ini akan dicambuk semua. Yang perempuan ada, pasangan yang tadi 100 kali, mudah-mudahan Minggu depan kita laksanakan lagi,"katanya menambahkan.

Eksekusi tersebut disaksikan Wakil Bupati Aceh Barat, H Banta Puteh Syam, Kabagops Polres Aceh Barat, Kalapas Kelas II Meulaboh, unsur TNI, kegiatan berlangsung aman di bawah pengamanan unit Sabhara Polres Aceh Barat dan Sat Pol PP WH.

Usai Uqubah cambuk berlangsung, datang seorang wanita dengan membawa anaknya, sambil menangis histeris, mencoba mendekati suaminya yang dibawa pihak kepolisian usai menjalani eksekusi uqubah cambuk di depan Masjid Agung Meulaboh itu.(*)

 

Sumber : Antara

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top