Senin, 18 Desember 2017 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

Polda Tunggu Hasil Laboratorium Kasus Minyak Mentah

Selasa, 03 Februari 2015 | 14:31:54 WIB wib Dibaca: 399 Pengunjung
(dok: google)

Laporan Fokusjambi.com

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi belum melakukan pemberkasan kasus 50 ton minyak mentah ilegal dengan tersangka CL, Direktur CV Anugerah Jambi lantaran belum adanya hasil laboratorium dari BPH Migas.

Penyidik masih menunggu hasil uji labrotorium sampel minyak mentah yang dikirim ke BPH Migas belum lama ini dan keterangan resmi dari hasil laboratorium itu penting dalam pemberkasan perkara kasus kepemilikan minyak mentah tersebut, kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, di Jambi Selasa.

Dia menyebutkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil laboratorium BPH Migas diterima penyidik, namun untuk sample minyak mentah yang diamankan itu telah dikirim beberapa hari yang lalu.

Setelah hasil itu diterima penyidik akan melakukan pemberkasan dan melimpahkan berkas tersangka ke Jaksa penuntut umum (JPU) untuk diteliti dan berkas akan dilimpahkan tahap I setelah hasil pemeriksaan SKK Migas diterima.

"Jadi kita tunggu saja hasilnya agar berkas perkaranya juga bisa segera dilengkapi dan dikirim ke JPU," kata Almansyah.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, tiga unit truk Fuso masing-masing dengan nomor polisi BK 8090 BO, BK 8774 BL, dan BK 8589 BN, diamankan pihak kepolisian karena diduga mengangkut minyak mentah ilegal.

Ketiga mobil tersebut diamankan di kawasan Aur Duri I, Jalan Lingkar Timur dan ketiga mobil tersebut terjaring dalam Operasi Zebra Siginjai dan saat dihentikan petugas ketiga sopir Fuso tidak bisa memperlihatkan surat pengangkutan 50 ton minyak mentah yang dibawanya.

Pasca diamankan, pihak kepolisian langsung memeriksakan muatan ketiga mobil tersebut ke laboratorium milik Pertamina.Hasilnya, muatan ketiga mobil tersebut positif minyak mentah. Dugaan sementara, minyak mentah tersebut diangkut dari wilayah Sumatera Selatan dan akan dibawa ke Sumatera Utara.

Tersangka CL sendiri dijerat dengan pasal 53 huruf (b) Undang-undang Nomor 32/2001 tentang migas, dengan ancaman hukuman selama tiga tahun kurungan penjara. (Ant)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top