Senin, 18 Desember 2017 |
FokusJambi - Politik Praktis

PANWASLU KOTA JAMBI TINGKATKAN PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF

Sabtu, 25 November 2017 | 21:25:56 WIB wib Dibaca: 59 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI - Panitia pengawasan pemilihan umum (PANWASLU) Kota Jambi, Sabtu(25/11/2017) Pagi menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka Pemilihan DPR, DPD, DPRD Prov, DPRD kab/kota, serta pemilihan Presiden dan wakil presiden tahun 2019 di Hotel Wiltop jambi. 

Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Tokoh masyarakat, guru Pendidikan kewarganegaraan (PPKN)  SMA/SMK/MAN sekota jambi dan juga dari perwakilan Mahasiswa dari UIN jambi, Unbari, dan STEMIK. 

Ada tiga orang narasumber yang dihadirkan untuk mengisi materi soaialisasi tersebut, Ketua panwaslu kota jambi Ari juniarman, SH, MH, Fahrul rozi, S. Sos Divisi Organisasi dan SDM, dan Muhammad Ibnu Arafah kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wib itu dan berjalan lancar dengan antusias peserta yang mengikuti sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif ini sangat tinggi, sehingga setiap moment diskusi semua peserta aktif bertanya. 

Muhammad Ibnu Arafah kordinator pencegahan dan hubungan antar lembaga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan panwaslu yang bertujuan supaya masyarakat sadar bahwa sebenarnya pengawasan pemilu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab panwaslu tapi masyarakat juga. 

"Masyarakat yang merupakan pemegang tampuk kedaulatan negara ini juga memiliki kesadaran bahwa mereka juga berpartisipasi dalam pengawasan dan jika hanya panwaslu secara regulasi jumlah kami juga kurang," ujarnya.

Ibnu Arafah berharap dengan di undangnya guru PPKN ini para guru mampu menstimulun anak didiknya, bahwa pelajar yang sudah berumur 17 tahun untuk memberikan hak pilihnya, dan juga mahasiswa yang mempunyai tugas yaitu agen of change, agen of sosial control dan agent of delevopment, diharapkan mampu melakukan pengawasan karena mahasiswa merupakan pemilih pemuda.

"Pada intinya sama ntah itu mahasiswa, itu bukan mahasiswa, pelajar, siapapun itu warga negara indonesia diharapkan mampu melakukan pengawasan pemilu,  apalagi mahasiswa karena mahasiswa adalah jembatan antara kelas bawah, kelas menengah dan kelas elit, diharapkan juga mahasiswa pengawasannya lebih bagus karena sudah belajar politik kampus dan juga mahasiswa sudah pernah menghadapi pemilu dikampus seperti itulah simulasinya," tutupnya.(Yan)

 

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top