Senin, 18 Desember 2017 |
FokusJambi - Advetorial - Politik Praktis

Kisruh Internal Parpol, Gubernur Tetap Netral

Jumat, 20 Maret 2015 | 10:24:30 WIB wib Dibaca: 415 Pengunjung
ilustrasi Dok : Google

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI  – Persoalan di internal tubuh partai politik (parpol), yang kian hari kian memanas, membuat Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) angkat bicara. Ia menyatakan sikap netral dan tidak akan berpihak terhadap pihak-pihak yang bersengketa. Ia juga menyarankan agar semua pihak menjaga situasi kondusif selama sengketa internal parpol selesai melalui mekanisme parpol.

Kepada wartawan kemarin (19/3) HBA menjelaskan, pihak manapun yang bersengketa mengklaim bahwa dirinya mendukung, itu adalah tidak benar. Karena, seperti ditegaskannya, dirinya selaku Gubernur Jambi dan pembina partai politik, tetap harus bersikap netral.

 

Permasalahan di tubuh internal parpol, diharapkan bisa selesai sesuai mekanisme dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Intinya, gubernur, akan mengikuti apapun yang telah ditetapkan lembaga komisi pemilihan umum (KPU).  “Jadi, kalau KPU telah memutuskan pihak mana yang sah di mata hukum, itulah yang akan kita ikuti,” jelas HBA, kemarin. Ditambahkan, dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang urusan pemerintah umum, gubernur diberi wewenang sebagai Pembina organisasi-organisasi kemasyarakat. Termasuk organisasi politik. Sebagai pembina, gubernur atau kepala daerah, dituntut bersikap netral, tidak berpihak, dan mengikuti mekanisme hukum dan pemerintahan.

Karena itu, ia menghimbau agar partai politik yang dilanda kisruh internal, bisa menyelesaikan persoalannya secara baik-baik, secara musyawarah dan mufakat serta mengikuti mekanisme yang ada. Dan kepada masyarakat Jambi, diharap bisa turut menciptakan situasi yang kondusif, aman dan terkendali. Baik menghadapi partai-partai yang bermasalah, maupun menghadapi pilkada serentak pada Desember 2015 nanti.  “Mari kita sukseskan pilkada kali ini dan selanjutnya, dengan menjaga ketertiban dan keamanan. Masing-masing kita punya tanggungjawab untuk menciptakan keamanan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Provinsi Jambi, sejak dulu hingga kini terkenal sebagai daerah yang relatif lebih aman dari daerah-daerah lain di Indonesia. Untuk itu, ia mengharapkan semua pihak bisa menjaga reputasi itu sebaik-baik mungkin.

Soal kisruh internal parpol maupun polemik pilkada, mestinya bias dijadikan pembelajaran diri guna meraih kedewasaan demokrasi. “Jadi jangan sampai kisruh politik, berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Mari kita cerdas dalam berpolitik,” tandasnya.(Adv)

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top