Senin, 18 Desember 2017 |
FokusJambi - Peristiwa & Umum

HOME INDUSTRI PENGOPLOSAN MIRAS DIGEREBEK POLISI

Rabu, 01 Maret 2017 | 15:59:37 WIB wib Dibaca: 385 Pengunjung
Kapolda jambi sedang mengecek barang bukti miras oplosan

FOKUSJAMBI.COM, KOTA JAMBI - Setelah beberapa hari lalu kepolisian menggerebek rumah industri pengoplosan pil ektasy, kembali kepolisian jajaran mapolda jambi menggerebek sebuah rumah industri pengoplosan minuman keras(miras) di kota jambi.

Gudang atau pabrik pengoplosan miras yang berlokasi di Jl. Guru Muhtar Kel. Kebon Handil, Kec.Jelutung, Kota Jambi ini di gerebek, Selasa malam (28/02/2017) kemarin.

Pantauan di lokasi, Rabu siang tadi (01/03/2017), Kapolda jambi Brigjen Pol Yazid Fanani didampingi kakanwil kemenkumham jambi, kepala Bpom provinsi jambi serta sejumlah pejabat polda lainya langsung meninjau lokasi pabrik miras oplosan tersebut.

Dikatakan kapolda, pengungkapan home industri pengoplosan minuman keras jenis Colombus dan Big Boss Vodka ini berawal dari penyelidikan dan hasil laporan masyarakat setempat, setelah di tindaklanjuti hasilnya diungkaplah pengoplosan ini.

Miras oplosan berbahan caramel cair serta spirtus disalah satu rumah warga dikawasan Jelutung, Kota Jambi tersebut diduga kuat juga merupakan pemilik usaha tempat hiburan malam di kita Jambi berinisial A (42) warga jalan Kirana RT 10, Kelurahan Cempaka, yang dan satu anak buahnya berinisial US (38) alias BS warga Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Pasar Kota Jambi.

"Dalam kegiatannya itu, tersangka melakukan pengoplosan miras itu dengan berbahan caramel (pewarna), serta alkohol, dan air mineral yang kemudian dimasukan kedalam botol bekas dengan diberikan label resmi Boss Vodka, dan Colombus untuk diperjual-belikan diberbagai tempat hiburan malam di Jambi dan sejumlah toko,"jelas kapolda kepada media.

Dari informasi di dapatkan jika miras oplosan ini diperjualbelikan tersangka dengan harga Rp200 ribu rupiah perlusin.

"Pengoplosan minuman ini adalah murni campur sendiri yang lalu digunakan dengan merk tertentu dan kemudian perjual belikan ditempat cafe-cafe dan berbagai hiburan malam di Provinsi Jambi," sambung yazid.

Dalam satu hari kata kapokda jambi, tersangka dapat memproduksi ratusan dus miras oplosan. Dalam hal ini, selain melakukan pengoplosan minuman keras, dengan merk bigg boss dan merk Colombus. Pihaknya berhasil menyita barang bukti 126 miras oplosan berlabel Colombus Siap edar, kemudian tangki 1000 liter 1 unit tangki air kapasitas 1000 liter berbahan stanlish, enam buah drum plastik warna biru, 2 unit alat pres tutup botol, kmeudian 7 karung botol kosong, 1 kantong besar tutup botol merk Colombus.

Yazid menghimbau dengan adanya penggerebekan gudang miras oplosan ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati mengkonsumsi minuman beralkohol karena mungkin dapat merugikan kesehatan.

"Apalagi miras oplosan ini dijual dengan harga yang sangat miring karena ini merupakan minuman yang diproduksi sendiri dan meminuman ini begitu sangat membahayakan," jelas Yazid.

Sementara itu, dalam hal ini adanya pemberian lebel ilegal dengan merk terkenal, pihak Kementerian Hukum dan Ham Jambi melalui Kepala Kantor Kemenkum HAM Jambi Bambang Palasara mengatakan dengan adanya pemberian merk secara ilegal ini, tersangka dapat terancam hukuman selama lima tahun kurungan penjara.

Apalagi lanjutnya, setiap berbagai bahan yang diproduksi merk nya harus di daftarkan di kementerian hukum dan HAM.

" terkait hal ini selain adanya pengoplosan miras tersangka ini juga melakukan pemalsuan merk yang cukup terkenal secara ilegal," tegas bambang.

Selain amankan kedua tersangka, petugas juga berhasil amankan berbagai barang bukti 1 jerigen caramel color ukuran 30 Kg, 2 jeringen berisi perasa rasa anggur ukuran 10kg, dan 1 kantong plastik besar label big Boss beraroma Vodka dan Mc Donald.

Serta 1 buah buku rekap produksi 1/2 dus label Colombus Wisky. 3 unit pompa manual, 2 buah lakban, 1 buah galon plastik kosong merk AQ8, 9 botol big Boss Vodka, 2 pcs teko alat penakar, 1 buah corong kecil, 1 Batang pipa paralon, dan 5 lembar nota pengiriman barang, serta 1 buah baskom warna biru berisikan sisa lem warna putih, dan 1 buah kuas.

Atas perbuatan tersangka, mereka terancam pasal 62 Jo Pasal huruf A, B, E dan F undang-undang Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun dan denda sebesar 4 miliyar rupiah. (Uti)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top