Sabtu, 16 Desember 2017 |
FokusJambi - Hukum & Kriminal

DISHUT JAMBI GAGALKAN UPAYA PENGIRIMAN KAYU MERANTI TEMBALUN ILLEGAL 1.365 BATANG TUJUAN JAKARTA

Rabu, 15 November 2017 | 19:03:24 WIB wib Dibaca: 274 Pengunjung

FOKUSJAMBI.COM, JAMBI - Upaya penyelundupan Sebanyak 13 Kubik kayu atau sebanyak 1,365 batang kayu hutan alam jenis meranti tembalun berhasil digagalkan oleh petugas polisi kehutanan (POLHUT) provinsi jambi, Rabu pagi (15/11/2017).

Kayu langka jenis meranti tembalun yang diduga berasal dari hutan lindung itu diamankan petugas polisi kehutanan dikawasan jalan lintas sumatera kecamatan mangupeh kabupaten tebo provinsi jambi, saat kayu langka itu akan dibawa oleh dua truk mobil kedaerah pulau jawa jakarta untuk diperjual belikan.

Kayu hutan alam yang kini sangat langka tersebut berhasil diamankan petugas ketika mencurigai adanya dua buah truk yang melintas dikawasan hutan lindung di daerah jalan sumatera kecamatan mangupeh kabupaten tebo jambi.

Petugas mencoba mengejar dua truk tersebut, hingga satu truk berhasil diamankan oleh petugas, namun sayang saat pengejaran satu truk lagi berhasil lolos dari kejaran petugas.

Dalam pemeriksaan petugas, pengemudi truk berdalih bawa mereka membawa barang titipan dengan dalih merupakan sopir ekspedisi dari  kota jambi menuju pulau jawa jakarta.

Namun saat diperiksa petugas truk tersebut bermuatan kayu olahan yang berasal dari salah satu somel dari kabupaten dengan surat palsu atau ilegal dengan ditutup terpal tebal.

Irwansyah Kepala Dinas Polhut provinsi jambi menyebut, saat ini pihaknya telah mengamankan belasan kubik kayu langka tersebut  berikut dengan sopir dan kernek yang mebawa kayu itu.

“mereka masih kita periksa untuk mengetahui dari mana asal usul kayu ini, dari pemeriksaan kita juga ditemukan adanya indikasi perjual belian surat dokumen,”pungkasnya kepad awak media.

Sementara Eki kernet mobil Ekspedisi yang mengangkut kayu ini berdalih tidak mengetetahui siapa pemilik kayu tersebut. Ia juga tidak mengetahui persis kemana kayu langka ini akan di tujukan.

“saya tidak tau pak ini punya sapa, yang jelas kami hanya disuruh mengantar aja ke jakarta,”jelas warga riau itu.

Polisi kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku, dan Untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya kini sopir dan kernet nya itu terancam undang-undang nomor 16 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan kerusakan hutan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda 2,5 miliar rupiah.(Dar)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top