Jumat, 15 Desember 2017 |
FokusJambi - Ekonomi & Bisnis

351 PENGEMUDI GOJEK SUDAH AKAD KREDIT RUMAH

Kamis, 07 Desember 2017 | 12:04:28 WIB wib Dibaca: 89 Pengunjung
ilustrasi gojek

FOKUSJAMBI.COM, PALEMBANG - Sebanyak 351 pengemudi Go-Jek di Palembang sudah menyelesaikan proses akad kredit kepemilikan rumah di Bank Tabungan Negara, meski program tersebut baru diluncurkan beberapa pekan di daerah tersebut.

Kepala BTN Cabang Palembang Andrian Syahbandi di Palembang, Kamis (07/12/2017), mengatakan BTN sangat yakin dengan sistem teknologi informasi yang dimiliki Go-Jek sehingga proses analisis kredit dapat terpenuhi meski pembayaran dilakukan Rp42.000/hari yang tersetor melalui Go-Pay.

"Go-Jek memiliki sistem IT yang sangat baik, sehingga memudahkan kami untuk menilai kelayakan mitranya menjadi debitur. Soal pembayaran juga tidak perlu repot, karena akan disetor 'by sistem'," ujar dia.

Andrian menyampaikan hal tersebut dalam acara konferensi pers program yang turut dihadiri SVP Public Policy & Government Relations Go-Jek Malikulkusno Utomo dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional Sumbagsel Panca Hadi Suryatno.

Untuk program kerja sama perluasan akses kepemilikan rumah bagi mitra Go-Jek ini, BTN bekerja sama dengan asosiasi perumahan REI dan Apersi.

Setidaknya terdapat 900 unit rumah yang disediakan dalam program ini dengan menggunakan skim kredit rumah subsidi pemerintah.

Mitra pengemudi Go-Jek bisa memiliki rumah dengan uang muka 1 persen dari harga rumah. Selain itu, suku bunga yang ditetapkan lima persen dan berlaku tetap (flat) selama 20 tahun.

Adapun maksimal harga rumah yang bisa dimiliki oleh pengemudi adalah Rp141 juta per unit. Tipe rumah mulai 26 sampai 31 dengan luas tanah 60 hingga 70 meter persegi.

SVP Public Policy & Government Relations Go-Jek Malikulkusno Utomo mengatakan program perluasan akses kepemilikan rumah ini telah diluncurkan di 14 kota dan telah menyasar 4.500 mitra Go-Jek.

"Kami berharap program seperti ini terus berkembang sehingga kesejahteraan mitra kami semakin meningkat. Sebelumnya kami juga memiliki program asuransi, kredit motor dan telepon seluler, serta tabungan haji," kata dia.

Sementara itu Kepala OJK Sumbagsel Panca Hadi Suryanto mengatakan pemerintah terus mendorong tumbuhnya industri finansial teknologi dalam kaitan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jika dibandingkan negara-negara tetangga, Indonesia masih jauh tertinggal dari sisi finansial inklusinya. Melalui finansial teknologi ini diharapkan Indonesia dapat memperluas akses masyarakat ke industri jasa keuangan," kata Panca.(*)

Sumber: antara

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

TABEL LIGA

Top